Wamenristek Sebut Harga Listrik Panas Bumi Masih Lebih Mahal dari Batu Bara

- Selasa, 07 April 2026 | 02:45 WIB
Wamenristek Sebut Harga Listrik Panas Bumi Masih Lebih Mahal dari Batu Bara

"Kita harus sungguh-sungguh bekerja sama dengan berbagai instansi untuk melihat kembali ekosistem geothermal di Indonesia," tegasnya.

Di sisi lain, energi panas bumi punya keunggulan yang tak dimiliki sumber terbarukan lain. Ia konsisten, tidak terpengaruh cuaca seperti panel surya atau turbin angin. Plus, tentu saja, lebih bersih. Karena itulah, Wamen Stella mendorong agar geothermal masuk dalam daftar prioritas riset strategis nasional.

Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah yang menempatkan riset energi sebagai pilar utama. Targetnya jelas: mengejar bauran energi terbarukan 23 persen seperti yang sudah dicanangkan. Bahkan, upaya ini juga bagian dari komitmen Indonesia dalam Enhanced Nationally Determined Contribution (E-NDC).

Semua bermuara pada satu tujuan besar: mencapai Net Zero Emission paling lambat tahun 2060. Atau kalau bisa, lebih cepat dari itu.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar