Lalu bagaimana dengan daerah lain? Kondisi Sumatera Utara juga menunjukkan titik terang, meski masih ada beberapa kantong yang butuh perhatian ekstra. Sementara di Aceh, situasinya beragam. Sebagian wilayah sudah mendekati normal, namun tempat seperti Aceh Tamiang masih terlihat porak-poranda dan memerlukan penanganan yang lebih serius.
Soal pengungsian, ada kabar baik. Pembangunan hunian sementara atau huntara berjalan. Tapi yang jadi fokus utama justru hunian tetap atau huntap. Tito menegaskan, ini prioritas nomor satu.
“Huntap adalah prioritas paling penting, kemudian juga hal-hal yang sangat urgen seperti jembatan dan jalan yang menjadi akses utama,” tegasnya.
Ia tak lupa mengapresiasi kerja sama berbagai pihak di lapangan. Respons cepat Kementerian PU dalam membenahi jalan yang putus, misalnya, disebutnya sangat membantu. Namun begitu, Tito mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang menanti. Normalisasi sungai, perbaikan lahan pertanian dan tambak yang rusak, hingga pembangunan infrastruktur permanen masih jadi daftar panjang yang harus diselesaikan.
Proses pemulihan total, kata pemerintah, bukan perkara singkat. Melalui rencana induk yang disusun Bappenas, diperkirakan butuh waktu hingga tiga tahun ke depan untuk membangun kembali semua yang hilang dan rusak.
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Gubernur Jabar Bayar Dua Bulan Gaji Tertunggak Karyawan Kebun Binatang Bandung
Pelaku Pemalakan di Purwakarta Tewaskan Pemilik Hajatan, Ditangkap Usai Buron ke Subang
Supplier MBG Kendal Demo, Tagihan Rp141 Juta Tak Dibayar Koperasi
Wamenristek Sebut Harga Listrik Panas Bumi Masih Lebih Mahal dari Batu Bara