Gubernur Jabar Bayar Dua Bulan Gaji Tertunggak Karyawan Kebun Binatang Bandung

- Selasa, 07 April 2026 | 03:30 WIB
Gubernur Jabar Bayar Dua Bulan Gaji Tertunggak Karyawan Kebun Binatang Bandung

Jakarta - Suasana di Kebun Binatang Bandung Jumat lalu (3/4/2026) cukup berbeda. Bukan hanya deru angin atau suara hewan, tapi ada ketegangan yang terasa. Para karyawan yang sudah dua bulan tak menerima upah dari Yayasan Margasatwa Tamansari akhirnya bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM.

Pertemuan itu berlangsung emosional. Dan siapa sangka, justru berakhir dengan kejutan.

Alih-alih membayar tunggakan satu bulan seperti yang semula dijanjikan, KDM malah mengeluarkan perintah untuk melunasi semua gaji yang tertunggak. Dua bulan sekaligus. Langsung cair di tempat.

"Saya memohon maaf karena tidak menepati janji," ucap KDM di hadapan para pekerja yang berkumpul.

"Awalnya saya berjanji membayar upah satu bulan, tapi sekarang saya bayar dua bulan. Gimana senang tidak?"

Reaksi pun langsung muncul. Raut wajah lelah dan cemas berganti dengan senyum lega. Krisis ini sendiri berawal saat yayasan dikabarkan hanya mampu membayar gaji hingga Januari lalu. Kondisi itu akhirnya memancing Pemprov Jabar untuk turun tangan langsung.

Menurut Rohman Suryawan, Ketua Sementara Tim Penanganan Kebun Binatang Bandung, langkah Gubernur patut diapresiasi. Responsnya cepat, tindakannya nyata. Tak cuma soal gaji karyawan, KDM juga menggelontorkan dana untuk perbaikan kandang, beli pakan hewan, dan biaya operasional lain yang selama ini terbengkalai.

"KDM juga memberikan upah dua bulan kepada karyawan yang sudah tidak mendapatkan upah dari yayasan selama dua bulan," jelas Rohman.

Ia berharap intervensi dari tingkat provinsi ini bisa memperkuat langkah Pemerintah Kota Bandung. Polemik panjang di tempat wisata legendaris itu, kata dia, butuh penyelesaian serius dari banyak pihak.

"Mudah-mudahan apa yang dilakukan KDM bisa memperkuat langkah Pemkot Bandung untuk menyelesaikan permasalahan Kebun Binatang Bandung," tambahnya.

Di lapangan, kegembiraan itu terlihat jelas. Aep Saepudin (51), perawat primata, mengaku sangat terbantu. Baginya, gaya kepemimpinan KDM itu pragmatis. Langsung ke pokok masalah.

"Saya sangat apresiasi langkah KDM. Gerak cepat tidak omong-omong. Langsung dan tidak bertele-tele," ujar Aep.

Perasaan serupa diungkapkan Sapariah (54). Karyawan bagian nutrisi yang sudah mengabdi 32 tahun ini mengaku terkejut. Menerima gaji dua bulan sekaligus secara tunai adalah hal yang tak disangkanya. Janji dari sang gubernur ternyata bukan sekadar kata-kata. Ia buktikan sendiri.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar