Christhoper Natanael Raja
Jakarta
Rapat koordinasi tingkat menteri baru saja digelar di Kantor Kemenko PMK, Senin (6/4/2026). Agenda utamanya? Mengevaluasi pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda tiga provinsi di Sumatra. Tito Karnavian, sang Mendagri yang juga memimpin Satgas PRR, tampil sebagai juru bicara usai pertemuan itu.
Ia memaparkan, kemajuan rehabilitasi dan rekonstruksi diukur dari banyak hal. Tak cuma soal infrastruktur fisik seperti jalan atau jembatan yang ambruk. Tapi juga bagaimana pemerintahan berjalan kembali, layanan kesehatan dan pendidikan beroperasi, hingga denyut ekonomi warga dan akses mereka pada listrik serta air bersih.
Dari ketiga wilayah terdampak, Sumatera Barat disebut-sebut punya laju pemulihan paling cepat.
“Kami melihat bahwa untuk di Sumatera Barat relatif paling cepat, karena dari 19 kabupaten/kota, 16 terdampak itu, 13 kabupaten/kota pemerintahannya dan masyarakatnya berjalan relatif lancar,” jelas Tito lewat keterangan tertulis.
Artikel Terkait
Pelaku Pemalakan di Purwakarta Tewaskan Pemilik Hajatan, Ditangkap Usai Buron ke Subang
Supplier MBG Kendal Demo, Tagihan Rp141 Juta Tak Dibayar Koperasi
Wamenristek Sebut Harga Listrik Panas Bumi Masih Lebih Mahal dari Batu Bara
LBH Cianjur Serahkan Data Tambahan ke KPK untuk Laporan Jual-Beli Jabatan