DPR Dukung Penuh Percepatan Mandatori Biodiesel B50 untuk Ketahanan Energi

- Senin, 06 April 2026 | 21:45 WIB
DPR Dukung Penuh Percepatan Mandatori Biodiesel B50 untuk Ketahanan Energi

Di sisi lain, kebijakan ini makin kuat karena dapat dukungan dari proyek pengembangan kilang. Proyek RDMP di Balikpapan, misalnya. Kalau berjalan optimal, bukan mustahil Indonesia bisa berhenti impor solar sama sekali. “Artinya, kita tidak hanya menekan impor, tetapi mulai menggeser struktur energi nasional dari berbasis impor menjadi berbasis produksi dalam negeri,” jelas politisi asal Riau II itu.

Efeknya tak berhenti di sektor energi. Menurut Yulisman, B50 juga akan menggoyang ekonomi rakyat ke arah yang lebih baik. Serapan minyak sawit mentah atau CPO di dalam negeri pasti naik. Industri hilir ikut kuat. Yang paling penting, petani sawit dapat kepastian pasar. Lumayan, kan?

Namun begitu, ia mengingatkan daerah-daerah sentra sawit. Seperti Riau, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Tengah. Mereka harus bisa meningkatkan produktivitas dengan cara berkelanjutan. Tujuannya jelas: memenuhi kebutuhan B50, pangan, dan industri, sambil tetap menjaga ekspor nasional.

Yulisman menegaskan, DPR akan terus mengawal implementasi kebijakan ini. Agar jalan efektif, terukur, dan yang pasti, berkelanjutan. Kita tunggu saja realisasinya.

Editor: Redaksi TVRINews

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar