Di sisi lain, kebijakan ini makin kuat karena dapat dukungan dari proyek pengembangan kilang. Proyek RDMP di Balikpapan, misalnya. Kalau berjalan optimal, bukan mustahil Indonesia bisa berhenti impor solar sama sekali. “Artinya, kita tidak hanya menekan impor, tetapi mulai menggeser struktur energi nasional dari berbasis impor menjadi berbasis produksi dalam negeri,” jelas politisi asal Riau II itu.
Efeknya tak berhenti di sektor energi. Menurut Yulisman, B50 juga akan menggoyang ekonomi rakyat ke arah yang lebih baik. Serapan minyak sawit mentah atau CPO di dalam negeri pasti naik. Industri hilir ikut kuat. Yang paling penting, petani sawit dapat kepastian pasar. Lumayan, kan?
Namun begitu, ia mengingatkan daerah-daerah sentra sawit. Seperti Riau, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Tengah. Mereka harus bisa meningkatkan produktivitas dengan cara berkelanjutan. Tujuannya jelas: memenuhi kebutuhan B50, pangan, dan industri, sambil tetap menjaga ekspor nasional.
Yulisman menegaskan, DPR akan terus mengawal implementasi kebijakan ini. Agar jalan efektif, terukur, dan yang pasti, berkelanjutan. Kita tunggu saja realisasinya.
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Transaksi SPKLU di Sulselrabar Melonjak 208% Saat Mudik Lebaran
Wamendagri Apresiasi Capaian Ekonomi Kepri, Soroti Perlu Optimalisasi Belanja Daerah
Tata Cara dan Keutamaan Sholat Dhuha, Ibadah Pagi yang Sarat Harapan
Pemulihan Pascabencana Sumatra: Sumbar Paling Cepat, Aceh Tamiang Masih Butuh Perhatian Serius