“Saya memandang ini sebagai langkah untuk bisa berkontribusi lebih luas,” katanya suatu kali.
Prestasi internasionalnya pun diakui, salah satunya lewat kemenangan dalam kompetisi Rise for The World yang didukung Rhodes Trust dan Schmidt Futures.
Di ranah penelitian, Mischka juga aktif. Karyanya tentang gender dan kepemimpinan politik sudah dipublikasikan Emerald Publishing dan akan segera terindeks Scopus. Penelitian itu dia kerjakan dengan bimbingan Prof. Dr. H. Muhammad Adlin Sila dari Universitas Indonesia.
Di tengah kesibukan studinya di AS, Mischka bersama adiknya, Devon Kei Enzo yang juga jenius, diterima di University of Melbourne di usia 15 tahun tetap menjalankan inisiatif “Sejuta Impian”. Sejak 2021, mereka berkeliling Indonesia, memberi motivasi dan pelatihan matematika serta public speaking untuk pelajar.
Komitmen sosialnya juga terlihat dari kolaborasi dengan WWF Indonesia untuk isu lingkungan. Bagi Mischka, semua pencapaian ini adalah bekal. Dia ingin dampaknya lebih luas, agar semakin banyak anak Indonesia yang bisa menembus kampus-kampus terbaik dunia.
Artikel Terkait
Wamendagri Apresiasi Capaian Ekonomi Kepri, Soroti Perlu Optimalisasi Belanja Daerah
Tata Cara dan Keutamaan Sholat Dhuha, Ibadah Pagi yang Sarat Harapan
Pemulihan Pascabencana Sumatra: Sumbar Paling Cepat, Aceh Tamiang Masih Butuh Perhatian Serius
KPK Geledah Rumah Kepala Diskominfo Madiun Terkait Kasus Wali Kota Nonaktif