“Huntap adalah menjadi prioritas yang paling penting,” tegasnya.
“Kemudian juga nanti hal-hal yang sangat urgen, seperti jembatan, jalan, yang itu memang menjadi jalan utama.”
Ia tak lupa mengapresiasi kerja sama semua pihak di lapangan. Contohnya, respons cepat Kementerian PUPR saat menangani gangguan akses jalan. Mereka langsung turun tangan begitu ada laporan. Namun begitu, Tito mengakui bahwa pekerjaan rumah masih menumpuk. Normalisasi sungai, perbaikan lahan pertanian dan tambak yang rusak, hingga pembangunan infrastruktur permanen masih jadi daftar panjang yang harus diselesaikan. Pemerintah sendiri memperkirakan, proses pemulihan total bakal memakan waktu hingga tiga tahun ke depan.
“Ini luas sekali dan kompleks masalahnya … sehingga dibuatkan renduk, rencana induk oleh Bappenas untuk 3 tahun,” jelasnya.
Rapat koordinasi yang digelar di Kantor Kemenko PMK itu sendiri dihadiri sejumlah pejabat kunci. Hadir di antaranya Menko PMK Pratikno, Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, dan Menteri PUPR Dody Hanggodo. Kepala BNPB Suharyanto serta perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga lain juga ikut serta membahas langkah-langkah strategis ke depan.
Artikel Terkait
Wamendagri Apresiasi Capaian Ekonomi Kepri, Soroti Perlu Optimalisasi Belanja Daerah
Tata Cara dan Keutamaan Sholat Dhuha, Ibadah Pagi yang Sarat Harapan
Pemulihan Pascabencana Sumatra: Sumbar Paling Cepat, Aceh Tamiang Masih Butuh Perhatian Serius
KPK Geledah Rumah Kepala Diskominfo Madiun Terkait Kasus Wali Kota Nonaktif