Ia berjanji akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Keuangan, Bappenas, dan BPS untuk menindaklanjuti rencana penguatan ini.
Di sisi lain, respons dari para menteri lain ternyata positif. Suahasil Nazara dari Kemenkeu, misalnya, langsung menyambut baik. Baginya, mengentaskan kemiskinan tak bisa cuma mengandalkan bansos.
“Makanya itu, pemberdayaan ini kan menurut saya sebenarnya "productivity based poverty alleviation",” ungkap Suahasil.
“Enggak bisa dengan "charity", enggak bisa dikasih duit terus. Harus berbasis produktivitas. Kemampuan menciptakan pendapatan. Jadi berdaya,” tegasnya.
Dukungan serupa datang dari Rachmat Pambudy. Ia menegaskan, data yang akurat adalah kunci mutlak. Tanpa itu, program pemberdayaan sulit diperkuat dan dikhawatirkan ada yang tertinggal.
“Kami di Bappenas akan selalu mendukung Kementerian Sosial,” kata Rachmat.
“Karena Kemensos ada di ujung tombak mengatasi persoalan dasar bangsa. Ini langkah awal untuk perbaikan, termasuk strategi ‘penebalan’ pemberdayaan ekonomi. Dan pemberdayaan itu harus dimulai dari data yang benar,” paparnya panjang lebar.
Dalam rapat tersebut, Gus Ipul juga didampingi sejumlah pejabat eselon I Kemensos, seperti Sekjen Robben Rico hingga para Dirjen seperti Mira Riyati dan Agus Zainal Arifin. Mereka bersama-sama menyiapkan langkah konkret untuk perubahan yang digaungkan itu.
Artikel Terkait
Wamendagri Apresiasi Capaian Ekonomi Kepri, Soroti Perlu Optimalisasi Belanja Daerah
Tata Cara dan Keutamaan Sholat Dhuha, Ibadah Pagi yang Sarat Harapan
Pemulihan Pascabencana Sumatra: Sumbar Paling Cepat, Aceh Tamiang Masih Butuh Perhatian Serius
KPK Geledah Rumah Kepala Diskominfo Madiun Terkait Kasus Wali Kota Nonaktif