“Nah, itu bisa sebenarnya untuk juga membangun desa, meningkatkan SDM-nya, beasiswa untuk pendidikan dan lain-lain,” imbuhnya.
Di sisi lain, Sodik Mudjahid dari BAZNAS juga menyatakan komitmen yang sama. Ia ingin kolaborasi ini benar-benar dikuatkan, bukan sekadar wacana. Tujuannya ganda: meningkatkan pemahaman sekaligus menggali potensi zakat yang masih besar di pedesaan.
Menurut Sodik, kunci utamanya adalah mempermudah akses. “Untuk memaksimalkan potensi zakat di desa-desa di seluruh Indonesia, perlu dibentuk UPZ hingga level desa agar masyarakat lebih mudah menyalurkan zakat,” paparnya.
Ia pun merinci langkah yang akan diambil.
“Ada 4 hal yang akan kami lakukan: meningkatkan potensi pengumpulan zakat, kolaborasi, UPZ-UPZ harus sampai desa, dan menjaga amanah zakat tersebut,” ungkap Sodik.
Pertemuan itu juga dihadiri oleh sejumlah pejabat eselon I Kemendes PDT, seperti Sekretaris Jenderal Taufik Madjid, Dirjen Pembangunan dan Pengembangan Desa Nugroho Setijo Nagoro, serta Kepala Badan Pengembangan Informasi Mulyadin Malik. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan membahas kerja sama ini dari hulu ke hilir.
Artikel Terkait
Jadwal Salat di Jakarta Hari Ini, Imsak Pukul 04.27 WIB
Gibran Soroti Pentingnya Modernisasi Alat untuk Dukung Petani Muda di Kupang
Anjloknya KA Bangunkarta di Brebes Kacaukan Lalu Lintas, 27 Perjalanan KA Dibatalkan dan Terhenti
Hakim Pertimbangkan Permohonan Tahanan Rumah untuk Nadiem Makarim