Gubernur Bali Dukung Pembangunan Gedung Baru Bank BPD Bali
Gubernur Bali, Wayan Koster, menyampaikan harapannya agar Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali dapat menjadi bank kebanggaan dan pilihan utama masyarakat Pulau Dewata. Pernyataan ini disampaikan dalam acara peletakan batu pertama pembangunan gedung pusat Bank BPD Bali di Denpasar.
Koster menegaskan bahwa Bank BPD Bali adalah milik masyarakat Bali, sehingga dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan bank daerah ini. Ia menambahkan, "Jangan sampai kalah dengan bank yang lain."
Dukungan untuk Peningkatan Kinerja dan Fasilitas
Gubernur Koster mengapresiasi capaian kinerja Bank BPD Bali yang dinilainya sebagai yang terbaik di antara seluruh BPD di Indonesia. Dari segi laba, efisiensi bisnis, aset, equity, dan rasio keuangan lainnya, BPD Bali menunjukkan performa yang sangat baik.
Namun, ia menyoroti bahwa dari segi tampilan fisik atau fasilitas, Bank BPD Bali yang didirikan pada 1962 ini masih tertinggal. Oleh karena itu, ia mendukung penuh pembangunan gedung pusat baru ini untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan bank di masa depan.
Rincian Pembangunan Gedung Baru Bank BPD Bali
Menurut Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, gedung lama yang telah digunakan sejak 1982 dinilai sudah tidak memadai lagi. Gedung tersebut tidak mampu menampung kebutuhan pengembangan organisasi dan bisnis yang terus berkembang, serta tidak memenuhi aspek tata kelola yang baik.
Pembangunan gedung pusat baru ini akan dilaksanakan oleh PT Tunas Jaya Sanur dengan perkiraan masa konstruksi selama 450 hari. Nilai kontrak pembangunan mencapai Rp 175,7 miliar.
Acara peletakan batu pertama ini dihadiri oleh Gubernur Wayan Koster, Direktur Utama BPD Bali, Bupati Badung selaku pemegang saham pengendali, serta Bupati dan Wali Kota se-Bali sebagai pemegang saham dan perwakilan Forkopimda Provinsi Bali.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Percepat Izin PLTS Terapung Saguling yang Terhambat Administrasi
Roy Suryo Jalani Wajib Lapor ke-25 di Polda Metro Jaya Akibat Laporan Jokowi soal Ijazah Palsu
Kemenag Larang Ziarah Sebelum Puncak Haji, Jemaah Diminta Fokus Persiapan Armuzna
Pramono Akui Kecewa Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, Prioritas Jaga Kondusivitas Ibu Kota