Kantor Humas Layanan Medis Darurat Teheran dengan nada pilu menyatakan, anak-anak itu “menjadi korban kekerasan yang tidak ada hubungannya dengan kehidupan mereka yang polos dan kekanak-kanakan.” Detail lain seperti lokasi persis dan jumlah korban luka-luka masih ditelusuri, kata mereka, dan akan diumumkan belakangan.
Di sisi lain, situasi di lapangan tampak kacau. Gubernur Baharestan sebelumnya telah mengkonfirmasi bahwa kawasan permukiman di kabupatennya tak luput dari serangan gabungan AS-Israel itu. Dua unit rumah di kompleks Qaleh Mir hancur berantakan.
“Kami memastikan 13 orang meninggal dunia dan 20 lainnya luka-luka. Semua korban telah dievakuasi ke rumah sakit,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim penyelamat masih sibuk berjibaku di reruntuhan. Operasi pencarian terus digenjot untuk menemukan kemungkinan masih ada korban yang tertimbun. Suara gemuruh mesin dan teriakan para relawan memecah kesunyian pagi yang seharusnya damai.
Artikel Terkait
Mendagri Soroti Perbaikan Inflasi di Tiga Provinsi Pasca-Bencana
Pemerintah Kaji Alih Anggaran untuk Perkuat Program Pemberdayaan Keluarga Miskin
Gangguan Operasional di Daop 5 Purwokerto, KAI Alihkan dan Batalkan Sejumlah Perjalanan Kereta
Polisi Karanganyar Bongkar Praktik Suntik Gas Subsidi 3 Kg ke Tabung Besar