Lantas, apa pemicu utamanya? Dari pendalaman polisi, bara kemarahan ini mulai menyala dari media sosial. Informasi beredar di antara warga mengenai aktivitas Khobir, sang pemimpin kelompok, di platform TikTok. Khobir diduga melakukan siaran langsung yang dianggap melecehkan agama Islam.
Jelas sekali. Tuduhan itu bagai minyak yang disiram ke bara. Kemarahan warga pun meledak, berujung pada aksi pembakaran yang nyaris tak terkendali.
Untungnya, situasi yang sudah memanas itu berhasil diredam sebelum meluas. Aksi massa yang hendak merambah ke bangunan lain bisa dihentikan. Upaya pencegahan ini dilakukan oleh adik ipar Khobir, Usep Suhud, bersama Kanit Intelkam Polsek Taraju yang kebetulan berada di tempat kejadian. Mereka berhasil meredam eskalasi yang bisa jadi lebih parah.
Artikel Terkait
Prabowo Minta Kampus Bantu Daerah Tata Ruang dan Kaji Masalah Perumahan
Rajiah Sallsabillah Kejar Tiket Terakhir ke Asian Games di Kejuaraan Panjat Tebing Asia
Fahri Hamzah Kritik Pernyataan Saiful Mujani Soal Menjatuhkan Prabowo
Kebun Binatang Ragunan Perluas Jam Operasional Wisata Malam ke Hari Kerja