Video AI CCTV Gunakan Metafora Kucing-Elang untuk Kritik Kebijakan AS di Timur Tengah

- Senin, 06 April 2026 | 10:30 WIB
Video AI CCTV Gunakan Metafora Kucing-Elang untuk Kritik Kebijakan AS di Timur Tengah

Alicja Bachulska, analis Cina di European Council on Foreign Relations, punya pandangan menarik. Menurutnya, video AI buatan CCTV itu menandai evolusi propaganda dengan menyaring pesannya lewat genre fiksi silat populer "Wuxia".

Bachulska bilang, penggunaan AI membuat narasi pemerintah terasa "jauh lebih mudah diterima" dan "menyenangkan" bagi penonton lokal ketimbang siaran berita televisi yang kering. Dengan memanfaatkan nostalgia pada film kung fu Hong Kong era 80-an, pesan geopolitik disisipkan secara mulus ke dalam budaya pop.

Membangun Narasi Melawan AS

Figueroa, yang risetnya mencakup hubungan Cina-Timur Tengah, melihat kalkulasi politik di balik narasi ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang yang lebih luas.

Pemerintah Cina, katanya, harus terus-menerus menangkis tuduhan Washington bahwa mereka adalah pengganggu stabilitas.

"Ini memungkinkan mereka untuk menunjukkan, bukan hanya kepada dunia, tetapi juga kepada rakyat mereka sendiri, bahwa Cina sesungguhnya berjalan dengan baik, terus maju, dan merupakan kekuatan yang mendorong stabilitas," ujarnya.

Bachulska menambahkan sudut pandang lain. Para elite politik Cina, menurutnya, memandang dunia lewat lensa persaingan eksistensial.

"Semua perkembangan global... disaring melalui kacamata tentang bagaimana Cina dapat memanfaatkannya untuk memperkuat narasi bahwa AS adalah kekuatan neo-imperialis dan aktor yang telah kehilangan kredibilitas," jelas Bachulska.

Pada akhirnya, Beijing dengan bangga menawarkan solusi geopolitiknya sendiri atas kekacauan global yang justru mereka soroti dengan antusias.

Film pendek "kucing dan elang" itu ditutup dengan petuah khas seni bela diri: "Hakikat tertinggi seni bela diri bukan terletak pada penggunaan senjata, melainkan pada upaya menghentikan kekerasan."

Dan ketika para pedagang dalam cerita berhasil melewati blokade dagang elang putih, video itu menyisipkan promosi halus untuk Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) sebagai jalan keluar dari hegemoni ekonomi AS. Cukup cerdas, bukan?

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar