Wall Street tampaknya akan memulai pekan dengan sentimen yang muram. Pada Minggu malam, kontrak berjangka indeks saham AS bergerak turun. Tekanan ini datang bersamaan dengan melonjaknya harga minyak, dipicu oleh ancaman terbaru dari mantan Presiden Donald Trump terhadap Iran.
Menurut data dari Investing.com, kontrak berjangka S&P 500 sedikit melemah 0,3 persen ke level 6.603,0 poin. Nasdaq 100 ikut turun 0,2 persen menjadi 24.175,75 poin. Sementara itu, Dow Jones mengalami penurunan yang sedikit lebih dalam, yakni 0,4 persen ke posisi 46.535,0 poin.
Penurunan ini menginterupsi momentum positif yang baru saja dibangun. Ingat, pekan lalu pasar justru ditutup dengan kinerja yang cukup kuat. Investor ramai-ramai memburu saham-saham yang harganya sempat terpukul akibat volatilitas terkait konflik Iran. Hasilnya? Dow naik 3,0 persen, S&P 500 melesat 3,4 persen, dan Nasdaq Composite bahkan meroket 4,44 persen. Itu adalah kenaikan mingguan pertama setelah enam minggu penuh tekanan bagi ketiga indeks utama itu.
Namun begitu, suasana hati pasar berubah lagi. Pemicunya datang dari unggahan Trump di akun Truth Social miliknya. Dalam postingan itu, dia memberi ultimatum kepada Iran.
Artikel Terkait
Krisis Energi Global Picu Penjataan Avtur di Bandara Utama Italia
Bareskrim Amankan 10 Orang, Manajemen Dua Tempat Hiburan Bali Terlibat Peredaran Narkoba
Keluarga Aurel-Atta Rencanakan Program Hamil Sebelum Akhir Tahun
Gedung Putih Bantah Keras Rumor Trump Dirawat di Rumah Sakit Militer