Trump mengatakan Iran menghadapi tenggat waktu hingga pukul 8.00 malam Waktu Bagian Timur pada Selasa untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Kalau tidak dipenuhi, dia mengancam akan menghancurkan seluruh pembangkit listrik dan jembatan di negara tersebut. Ancaman inilah yang langsung mendinginkan sentimen dan mengembalikan kekhawatiran akan eskalasi geopolitik yang lebih luas.
Dampaknya langsung terasa di pasar komoditas. Harga minyak, misalnya, melonjak lebih dari dua persen dalam perdagangan Asia hari Senin. Lonjakan ini melanjutkan kenaikan yang sudah terjadi pekan lalu. Para pedagang jelas waswas mereka memperhitungkan potensi gangguan pasokan yang bisa berlarut-larut melalui Selat Hormuz, yang notabene adalah salah satu jalur pengiriman energi paling vital di dunia.
Jadi, setelah sempat bernafas lega, investor kini kembali menatap layar dengan cemas. Mereka menunggu perkembangan selanjutnya dari Timur Tengah, sambil berharap ketegangan ini tidak benar-benar meledak.
Artikel Terkait
Krisis Energi Global Picu Penjataan Avtur di Bandara Utama Italia
Bareskrim Amankan 10 Orang, Manajemen Dua Tempat Hiburan Bali Terlibat Peredaran Narkoba
Keluarga Aurel-Atta Rencanakan Program Hamil Sebelum Akhir Tahun
Gedung Putih Bantah Keras Rumor Trump Dirawat di Rumah Sakit Militer