Kondisi di lokasi memang cukup parah. Menurut pengelola rumah sakit, serangan itu tak hanya merusak jendela dan membuat plafon ambruk di dalam gedung, tetapi juga menghancurkan dua bangunan di sekitarnya. Suasana mencekam sudah terasa di Tyre sejak Sabtu sebelumnya, ketika serangkaian serangan menghantam, termasuk di area pelabuhan yang merusak beberapa perahu.
Semua ini adalah bagian dari eskalasi yang lebih luas. Israel mulai melancarkan serangan udara dan bahkan invasi darat ke Lebanon selatan awal Maret lalu. Aksi ini merupakan respons terhadap keterlibatan Hizbullah dalam konflik regional, yang memihak Iran.
Gelombang pengungsian pun tak terhindarkan. Tyre, kota yang biasanya ramai, kini sebagian besar kosong. Diperkirakan puluhan ribu penduduk telah mengungsi, menyisakan sekitar 20.000 orang yang masih bertahan 15.000 di antaranya adalah pengungsi dari desa-desa sekitar. Peringatan evakuasi dari otoritas Israel memang mencakup hampir seluruh kota dan wilayah selatan Lebanon.
Di sisi lain, laporan dari media lokal National News Agency (NNA) menyoroti insiden lain yang tak kalah mencemaskan. Disebutkan bahwa pasukan Israel menculik seorang pria di Shebaa, daerah perbatasan di Lebanon timur. Kejadian itu berlangsung dini hari, sekitar pukul tiga pagi waktu setempat pada hari Sabtu.
Situasi di lapangan semakin rumit. Dan bagi warga yang masih bertahan, setiap hari adalah pergulatan antara rasa takut dan tekad untuk tetap hidup.
Artikel Terkait
Sidang Perdana Tiga Prajurit Kopassus Terkait Pembunuhan Kepala Bank
Arus Tol Menuju Jakarta Padat Usai Libur Panjang Paskah
Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Plastik, Pedagang Pasar Keluhkan Kenaikan 50%
Kemkomdigi Tegaskan Rating Usia di Steam Bukan Klasifikasi Resmi IGRS