Latar belakang ancaman ini tentu saja bukan tanpa sebab. Beberapa hari terakhir, Israel yang didukung Amerika Serikat memang sudah melancarkan serangan ke fasilitas baja dan petrokimia Iran. Alasannya? Mereka menuduh pendapatan dari sektor-sektor itu dipakai Garda Revolusi untuk biayai produksi senjata. Serangan itu sendiri sudah menghantam target yang vital bagi perekonomian Iran.
Di sisi lain, Iran pun tak tinggal diam. Mereka sudah berkali-kali mengancam akan membalas dengan menarget infrastruktur sipil di negara-negara Teluk. Situasinya makin panas, saling ancam dan serang.
Bahkan, menurut laporan dari lapangan, serangan hari Sabtu kemarin ke sebuah pusat petrokimia di barat daya Iran menelan korban jiwa. Wakil gubernur provinsi Khuzestan menyebut setidaknya lima orang tewas dalam insiden itu. Sebuah angka yang menunjukkan eskalasi konflik ini sudah masuk ke tahap yang lebih berbahaya dan memakan korban.
Artikel Terkait
SBY Usulkan Penarikan atau Pemindahan Pasukan UNIFIL Usai Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
Inter Milan Hajar AS Roma 5-2, Kokohkan Puncak Klasemen Serie A
Pemprov DKI Turunkan Baliho Kontroversial Aku Harus Mati Usai Protes Warga
Analis OJK Soroti Biaya Perang Global dan Dampak Fiskal ke Indonesia