“Kami sudah siap untuk pertandingan. Libur beberapa pekan membantu kebugaran pemain,” imbuhnya, menegaskan bahwa jeda kompetisi justru menjadi berkah tersembunyi bagi kesiapan anak asuhnya.
Posisi di klasemen tentu jadi motivasi tersendiri. Saat ini, Bali United bertengger di peringkat 10 dengan 33 poin, hasil dari 8 kemenangan, 9 seri, dan 8 kekalahan. Bukan posisi yang memuaskan, tapi masih ada ruang untuk mendorong naik.
Lawan mereka, PSBS Biak, kondisinya lebih terpuruk. Tim tamu itu terpaku di dasar klasemen dengan hanya 18 poin dari 25 laga. Catatan mereka: 4 menang, 6 imbang, dan sisanya 15 pertandingan berakhir dengan kekalahan. Situasi ini jelas membuat PSBS akan datang dengan mental tertindas, tapi juga bisa berbahaya karena tak ada lagi yang bisa mereka kehilangan.
Alasan di balik stadion yang sunyi ini adalah sanksi. Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan hukuman dua laga kandang tanpa penonton plus denda ratusan juta rupiah kepada Bali United. Ini semua buntut dari insiden pelanggaran saat mereka menjamu Persija Jakarta, medio Februari lalu. Jadi, untuk laga melawan PSBS Biak ini, suara instruksi dari pinggir lapangan dan teriakan antar-pemainlah yang akan paling terdengar.
Artikel Terkait
Arbeloa Anggap Beban Kekalahan Madrid ke Mallorca Sebagai Tanggung Jawab Pribadi
Muzani dan Haedar Nashir Bahas Geopolitik Global dalam Silaturahmi Halalbihalal
Jurnalis TVRI Luncurkan Antologi Puisi Kolaborasi 181 Penulis ASEAN
Gempa 7,6 SR: Warga Bitung Pulang, Trauma Masih Kuat di Maluku Utara