Nah, soal penyelidikan, tim gabungan turun tangan. Personel dari Polres Jombang, Polda Jawa Timur, hingga Dinas Perhubungan memeriksa kondisi bus dengan saksama. Mereka tak mau ada detail yang terlewat. Bahkan, alat canggih Traffic Accident Analysis (TTA) milik Polda Jatim pun dikerahkan untuk mengurai kronologi. Sementara itu, bangkai bus yang sudah penyok itu sudah dipindahkan ke kantor PJR setempat. Semua untuk kepentingan penyidikan.
Ada satu hal yang mengganjal. Sopir bus yang melayani rute Ponorogo–Surabaya itu hilang. Ia tidak ditemukan di lokasi kejadian. Hingga berita ini diturunkan, keberadaannya masih menjadi misteri.
“Untuk sopirnya sampai saat ini masih kita cari, tidak ditemukan di TKP dan masih kita kembangkan,”
tandas Samsul Arifin.
Penyelidikan terus berlanjut. Pertanyaan besarnya: apakah ini murni musibah karena faktor teknis kendaraan, atau ada elemen lain yang berperan? Polisi masih mengumpulkan kepingan-kepingan fakta untuk menjawabnya. Semuanya masih terbuka.
Artikel Terkait
Bareskrim Blokir 80 Rekening dan Periksa 90 Saksi dalam Kasus Dugaan Penipuan PT DSI Rp 2,4 Triliun
Satria Muda Pertamina Bandung Tumbangkan Rajawali Medan dalam Drama Tipis 89-87
Hujan dan Angin Kencang di Bandung Tewaskan Satu Orang, 33 Pohon Tumbang
Tiga Dapur Makanan Bergizi Gratis di Kaimana Ditutup Sementara Gara-gara IPAL Tak Standar