Setelah mendarat di Pantai Kuce, prosesi pun berlanjut di darat. Patung Tuan Meninu diarak menuju Kapela Tuan Ana. Nantinya, dari sana, patung ini akan disatukan dengan Patung Tuan Ma untuk kemudian diarak bersama ke Gereja Katedral Larantuka.
Namun begitu, puncak acara sebenarnya baru terjadi pada Jumat malam. Saat itulah, patung Tuan Ma dan Tuan Ana akan diarak mengelilingi delapan Armida yang ada di kota ini. Iringannya adalah Ovos, nyanyian ratapan yang menyayat hati, mengisahkan kesengsaraan Yesus.
Rangkaian panjang ini tak berhenti sampai situ. Setelah seluruh prosesi darat rampung pada Sabtu pagi, 4 April 2026, kegiatan dilanjutkan dengan mengantar kembali kedua patung suci itu ke kapela asal mereka. Barulah kemudian seluruh Semana Santa berakhir pada Minggu Paskah.
Hari terakhir itu dikenal sebagai Minggu Halleluya. Sebuah perayaan penuh sukacita, menandai kebangkitan Yesus Kristus, sekaligus mengakhiri masa berkabung selama Pekan Suci. Sebuah perjalanan spiritual yang melelahkan secara fisik, tetapi sangat menghunjam di hati.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Operasi Damai Cartenz Tangkap Anggota KKB Terduga Pelaku Penyerangan ke Tito Karnavian di 2012
Lebih dari 2.500 Pengunjung Padati Kawasan Monas Saat Libur Jumat Agung
Apindo Desak Pemerintah Beri Stimulus Terarah untuk Industri Padat Karya Antisipasi Dampak Perang
Polisi Bekasi Ringkus Tiga Pelaku Penyiaram Air Keras Berencana