Oleh: Ama Boro Huko
Larantuka, TVRINews – Suasana sakral sudah terasa sejak pagi. Di Pangkalan Pendaratan Ikan Amagarapati, antrean peziarah tampak panjang, semuanya hendak mendaftar untuk mengikuti ritual yang paling dinanti: prosesi laut Semana Santa. Inilah puncak dari rangkaian peringatan Jumat Agung di Kota Larantuka.
Inti dari ritual ini adalah mengarak patung Tuan Meninu, atau Yesus Tersalib, menggunakan Berok sebuah sampan tradisional. Perjalanan dimulai dari pesisir pantai Kota Rowido di Kelurahan Sarotari Tengah, menuju ke Pantai Kuce di Kelurahan Pohon Siri. Sebuah perjalanan singkat di laut yang penuh makna.
Pada Jumat siang itu, 3 April 2026, laut di sana ramai sekali. Tak cuma Berok yang membawa patung. Puluhan kapal nelayan, perahu pengantar, hingga peledang perahu tradisional pemburu paus dari Lembata ikut mengiringi. Bahkan kapal dari SAR dan TNI-Polri turut mendampingi, memastikan keamanan ribuan peziarah yang hadir.
Suasananya? Sulit dilukiskan dengan kata-kata. Hanya nyala lilin tradisional dan lantunan doa yang terdengar, mengiringi setiap gerakan Berok di atas air. Wajah-wajah para peziarah terlihat khusyuk, khidmat. Sakral sekali.
Artikel Terkait
Operasi Damai Cartenz Tangkap Anggota KKB Terduga Pelaku Penyerangan ke Tito Karnavian di 2012
Lebih dari 2.500 Pengunjung Padati Kawasan Monas Saat Libur Jumat Agung
Apindo Desak Pemerintah Beri Stimulus Terarah untuk Industri Padat Karya Antisipasi Dampak Perang
Polisi Bekasi Ringkus Tiga Pelaku Penyiaram Air Keras Berencana