Dia juga kesal dengan kesan yang dibangun penyidik. "Kami menyayangkan juga sikap penyidik KPK yang tidak profesional, memframing seolah-olah menyita banyak barang dengan membawa koper, padahal hanya membawa dua buku agenda pribadi dan buku partai serta satu HP Samsung rusak di rumah yang ada di Indramayu," sambung Sahali.
Sebelumnya, rumah Ono Surono di Kota Bandung sudah lebih dulu digeledah pada Rabu, 1 April. Di sana, tim KPK menyita uang tunai yang jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah, ditambah sejumlah dokumen.
Tapi soal uang ratusan juta itu, Sahali punya cerita lain. Klaimnya, uang tersebut bukan berkaitan dengan suap, melainkan uang arisan milik peserta arisan istri Ono Surono.
"Dalam penggeledahan di Bandung, 1 April kemarin, uang arisan ditemukan di lemari pakaian istri Ono Surono dan sudah dijelaskan bukti WA group, tapi tidak dipedulikan oleh penyidik," paparnya.
Jadi, dua penggeledahan dalam dua hari berturut-turut ini meninggalkan dua versi cerita. Di satu sisi KPK terus mendalami kasus suap proyek, di sisi lain pihak tersangka menuding ada pelanggaran prosedur dan penyitaan yang tidak relevan. Situasinya jadi makin rumit.
Artikel Terkait
Putin dan Erdogan Desak Gencatan Senjata Segera di Timur Tengah
Korlantas Polri Genjot Penegakan Hukum Digital untuk Atasi Over Dimension dan Overload
Jerman Minta Tiongkok Gunakan Pengaruh di Iran untuk Perundingan dengan AS
Wisatawan Belgia Dideportasi dari Bali Usai Lompat Tebing dengan Motor dan Kabur dari Ganti Rugi