AS Klaim Tanggung Jawab Serangan yang Runtuhkan Jembatan Vital Iran, Korban Jiwa Berjatuhan

- Jumat, 03 April 2026 | 14:15 WIB
AS Klaim Tanggung Jawab Serangan yang Runtuhkan Jembatan Vital Iran, Korban Jiwa Berjatuhan

Jika itu terjadi, konsekuensinya akan luar biasa: jutaan warga Iran bisa kehilangan akses listrik sepenuhnya. Fokus lain yang mengemuka adalah fasilitas nuklir di Isfahan, yang diduga menyimpan cadangan uranium diperkaya. Meski ada spekulasi tentang operasi penyitaan material berisiko tinggi, Trump tampaknya tak tertarik.

"Material itu terkubur sangat dalam, saya tidak peduli," ujarnya, dengan nada dingin.

Reaksi internasional pun mengalir deras, penuh kecemasan. Sekjen PBB António Guterres memperingatkan bahwa dunia sedang di "ambang perang yang lebih luas". Dampaknya bisa sangat katastropik.

Dan dampak ekonomi langsung terasa. Harga minyak melonjak 7% ke angka 108 dolar per barel. Ketidakpastian pasokan energi dari kawasan Teluk memicu kekhawatiran inflasi global yang lebih parah.

Sementara itu, dari pihak Iran, jawabannya adalah tekad untuk membalas. Juru bicara militer Ebrahim Zolfaqari bersumpah serangan balasan akan datang, dan akan "lebih menghancurkan".

Perang ini, katanya, akan berlanjut sampai musuh-musuh Iran merasakan "penyesalan permanen".

Situasi di lapangan semakin suram. Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah memperkirakan korban tewas di Iran sejak agresi dimulai telah mencapai sekitar 1.900 jiwa. Korban luka bahkan menyentuh angka 20.000. Semua ini terjadi dalam kondisi informasi yang terbatas, karena akses internet di banyak daerah diputus oleh otoritas.

Duka dan ketegangan masih menggantung di udara Teheran, sama pekatnya dengan asap yang menyelimuti reruntuhan jembatan itu.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar