Palembang, Jumat (4/4/2026) – Suasana Jumat Agung di Sumatera Selatan tahun ini dijaga ketat. Bayangkan saja, lebih dari 2.600 personel gabungan Polri dan TNI tersebar di 404 gereja yang tersebar di 17 kabupaten dan kota. Angkanya cukup besar: 2.425 dari kepolisian dan 246 dari TNI. Tujuannya satu: memastikan ibadah berjalan khusyuk dan aman di seluruh penjuru Bumi Sriwijaya.
Di lapangan, para pimpinan polisi turun langsung memantau situasi. Kapolrestabes Palembang, Kombes Sonny Mahar Budi Adityawan, misalnya, menyambangi Gereja Santo Yoseph dan Gereja Katedral Santa Maria Palembang. Dia memeriksa setiap detail pengamanan, dari pintu masuk hingga area parkir.
“Skala pengamanan ini terdistribusi secara merata di berbagai wilayah hukum untuk memastikan tidak ada celah bagi gangguan kamtibmas,” begitu bunyi keterangan resmi Polda Sumsel.
Tak hanya di kota besar, pengawasan juga dilakukan hingga ke daerah. Kapolres Banyuasin, AKBP Risnan Aldino, menyisir rumah ibadah dari Kelurahan Seterio hingga Kecamatan Betung. Sementara di Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Pranata memimpin pengamanan di Tugumulyo. Mereka semua punya misi yang sama: menjaga kekhusyukan jemaat.
Kalau dirinci, pengawalan ini benar-benar merata. Kota Palembang sendiri mengerahkan 510 personel untuk 64 gereja. Kabupaten Banyuasin menempatkan 171 personel di 47 titik. Daerah lain seperti OKI memagari 41 gereja dengan 122 personel, sementara Muara Enim mengamankan 27 lokasi dengan 230 orang. Ini semua bagian dari Operasi Pengamanan Perayaan Ibadah Paskah 2026 yang berlangsung empat hari penuh, mulai Kamis Putih hingga Minggu Paskah nanti.
Artikel Terkait
Macan Tutul Terjerat Perangkap Babi di Puncak, Dievakuasi ke Taman Safari
Serangan Udara AS-Israel Tewaskan Istri Mantan Menlu Iran di Teheran
BNPB Tinjau Kerusakan Gereja di Minahasa Pascagempa M7,6, Serahkan Bantuan Langsung
Bus Restu Terguling di Tol Jombang, 1 Tewas dan 34 Luka Diduga Akibat Ban Pecah