Solusi ini berjalan di atas bare metal instances Google Cloud C3. Keunggulannya? Akses langsung ke sumber daya CPU dan memori. Sangat cocok untuk aplikasi yang sensitif terhadap performa atau punya keterbatasan lisensi tertentu. Dengan satu antarmuka dan standar operasional yang sama, tim IT kini bisa mengelola seluruh portofolio aplikasi mereka dari on-premise, cloud, hingga edge secara lebih efisien. Dan tentu saja, lebih fleksibel.
Mike Barrett, Vice President di Red Hat, menyoroti manfaat kolaborasi ini.
"Ini memberdayakan organisasi untuk memodernisasi seluruh portofolio aplikasi mereka melalui satu jalur terpadu. Baik untuk pengembangan aplikasi modern maupun pengelolaan VM tradisional," ujarnya.
Pendapat serupa datang dari Google Cloud. Nirav Mehta menegaskan komitmen kedua perusahaan.
"Kami ingin menyediakan jalur yang lebih mulus bagi pelanggan. Mereka bisa menjalankan inovasi tanpa perlu mengorbankan performa, di atas infrastruktur global Google yang aman dan berperforma tinggi. Dengan begitu, organisasi bisa fokus sepenuhnya pada pengembangan bisnis inti mereka," jelas Mehta.
Artikel Terkait
11 Sumur Minyak Ilegal di Muba Ludes Terbakar, Polisi Buru Pemilik
Rayakan HUT ke-80, Sultan HB X Bagikan 16.000 Porsi Nasi Kucing Gratis di Malioboro
MRT Jakarta Tetap Beroperasi Normal pada Jumat Agung 2026
Mobil Angkut Sayur Terjun ke Jurang di Semarang, Sopir Diduga Ugal-ugalan