Sopir Ugal-Ugalan, Mobil Angkut Sayur Terjun ke Jurang
Siang itu, Jalan Raya Getasan-Magelang di Kabupaten Semarang mendadak riuh. Sebuah mobil pikap bermuatan sayur-sayuran segar, yang baru saja meluncur dari arah Getasan, tiba-tiba hilang kendali. Kendaraan itu melaju kencang, lalu seperti tak terbendung, menerobos pembatas jembatan dan terjun bebas ke dalam jurang sedalam sepuluh meter. Kejadiannya pada Jumat, 3 April 2026.
Benturannya keras sekali. Kabin mobil ringsek parah, hancur tak berbentuk. Bagian depan hingga bak belakang penyok berat. Isi muatannya sayuran yang rencananya dibawa ke pasar berserakan di dasar jurang yang gelap. Suasana mencekam langsung menyergap lokasi.
Namun begitu, ada hal yang luar biasa. Meski mobilnya sudah seperti rongsokan, tiga orang di dalamnya sopir dan dua kernet nyaris tak percaya mereka masih hidup. Mereka berhasil selamat dari maut, hanya mengalami luka-luka ringan. Sebuah keajaiban di tengah puing besi yang berantakan.
Menurut sejumlah saksi, penyebabnya diduga kuat adalah kelalaian pengemudi. Sopir bernama Imaroh itu disebut melaju dengan kecepatan tinggi di jalur menurun dan berkelok. Konsentrasi yang buyar di tikungan berbahaya akhirnya berakibat fatal.
"Mobil melaju sangat kencang, lalu tiba-tiba banting setir ke kiri. Mobil langsung menghantam pembatas jembatan sampai jebol dan terbang masuk ke jurang,"
kata Basri, seorang warga yang menyaksikan kejadian itu.
Warga sekitar langsung bergerak memberikan pertolongan pertama. Ketiga korban lalu dievakuasi dengan cepat ke puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan. Sementara itu, masalah lain muncul: bagaimana mengangkat bangkai mobil dari dasar jurang?
Petugas kepolisian akhirnya mendatangkan mobil derek. Proses evakuasi kendaraan itu sendiri tak mudah, butuh waktu dan tenaga ekstra. Medannya curam, dan bobot pikap yang sudah ringsek pun cukup menyulitkan. Arus lalu lintas sempat tersendat karena proses penarikan. Petugas terpaksa memberlakukan sistem buka-tutup jalan agar proses bisa berjalan dan kemacetan tidak semakin parah.
Kecelakaan tunggal ini kembali mengingatkan betapa jalur menurun dan berkelok membutuhkan kewaspadaan ekstra. Mengemudi ugal-ugalan, apalagi dengan muatan, seringkali berakhir dengan cerita pilu. Kali ini, mereka beruntung. Lain kali, siapa yang tahu?
Artikel Terkait
Gempa M 5,3 Guncang Bengkulu Selatan, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
MPR Gelar Lomba Baris-Berbaris di Tarakan untuk Perkuat Nasionalisme Generasi Muda
Prancis Resmi Cegat Menteri Israel Itamar Ben Gvir Masuk Wilayahnya Usai Perlakuan Rendahkan Aktivis Armada Kemanusiaan
Thailand, Satu-Satunya Negara di Asia Tenggara yang Tak Pernah Dijajah Bangsa Eropa