Gempa M 5,3 Guncang Bengkulu Selatan, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:35 WIB
Gempa M 5,3 Guncang Bengkulu Selatan, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, pada Sabtu malam, 23 Mei 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa guncangan ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam keterangan resminya.

Berdasarkan data BMKG, gempa terjadi tepat pukul 19.40 WIB. Episenter atau titik pusat gempa terletak pada koordinat 4,67 derajat Lintang Selatan dan 102,58 derajat Bujur Timur. Lokasinya berada di laut, sekitar 44 kilometer arah barat daya Bengkulu Selatan, dengan kedalaman hiposenter mencapai 15 kilometer.

Menurut analisis BMKG, gempa ini dikategorikan sebagai gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust),” jelas Wijayanto.

Guncangan akibat gempa dirasakan di sejumlah daerah dengan skala intensitas berbeda. Di Bengkulu Selatan, Kaur, dan Seluma, getaran mencapai skala III hingga IV MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah pada siang hari, seolah-olah ada truk besar yang melintas. Sementara itu, di Kepahiang, Rejang Lebong, dan Musi Rawas, getaran terasa pada skala III MMI, yang berarti getaran nyata di dalam rumah seperti ada kendaraan berat lewat.

Hingga saat ini, BMKG belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan atau infrastruktur akibat gempa tersebut. Selain itu, belum tercatat adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar