Ikatan Alumni SMA Negeri 2 (IKA Smada) Makassar menilai penyelenggaraan Tudang Sipulung Nasional (TSN) II bukan sekadar ajang reuni dan silaturahmi antaralumni. Kegiatan yang digelar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, itu dinilai memiliki dampak nyata terhadap pengembangan sektor pariwisata dan penggerakan roda perekonomian daerah.
Ketua Umum IKA Smada Makassar, Mayjen TNI (Purn) Marga Taufik, mengungkapkan bahwa sejak awal panitia berkomitmen untuk menggelar reuni nasional di wilayah Sulawesi Selatan. Keputusan itu diambil sebagai wujud nyata untuk mengangkat potensi lokal yang dimiliki daerah asal para alumni.
“Kemudian kita sesuai dengan komitmen teman-teman bahwa reuni nasional ini masih di sekitar daerah Sulawesi Selatan dengan tujuannya adalah mengangkat daerah,” ujar Marga di Makassar, Sabtu, 23 Mei 2026.
Menurut Marga, Sulawesi Selatan merupakan “rumah besar” bagi mayoritas alumni IKA Smada yang menempuh pendidikan di Makassar. Oleh karena itu, pelaksanaan reuni nasional diarahkan untuk memperkenalkan potensi wisata daerah kepada para alumni yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.
“Kebanyakan adalah alumni yang berasal dari sini ketika sekolah. Jadi kita angkat khususnya daerah-daerah yang mempunyai potensi, misalnya potensi wisata,” ujar dia.
Wakil Direktur Umum Perum Bulog itu menjelaskan, istilah Tudang Sipulung berasal dari budaya Bugis-Makassar. Secara harfiah, Tudang berarti duduk, sedangkan Sipulung berarti berkumpul. Frasa tersebut mengandung makna duduk bersama untuk bermusyawarah dan merumuskan gagasan terbaik dalam mengambil keputusan.
“Jadi bahasa dari etnis Bugis Makassar, namanya Tudang Sipulung Nasional. Tudang itu artinya duduk, duduk-duduk berkumpul. Biasanya di sini itu duduk berkumpul, bermusyawarah, merumuskan ide-ide terbaik untuk mengambil keputusan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Makassar. Marga menyebutkan, Wali Kota Makassar turut menyampaikan berbagai program pembangunan kota kepada para alumni yang hadir dalam acara tersebut.
Menurut Marga, kehadiran ribuan alumni secara langsung berdampak pada sektor ekonomi lokal. Sektor perhotelan, kuliner, hingga destinasi wisata turut merasakan efek perputaran uang dari gelaran reuni ini. Ia mengutip ajakan Wali Kota Makassar kepada para peserta untuk menikmati suasana kota dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah.
“Kalau Wali Kota bilang, spend your time, spend your money, enjoy Makassar,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan TSN IKA Smada Makassar juga diisi dengan berbagai agenda yang melibatkan ruang-ruang publik. Pada hari Sabtu, 23 Mei 2026, sejumlah kegiatan sosial digelar. Sementara itu, pada Minggu, 24 Mei 2026, peserta dijadwalkan mengikuti jalan santai sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer di kawasan Pantai Losari yang akan berakhir di Benteng Rotterdam. Panitia juga menyiapkan karnaval antarangkatan dengan berbagai tema, termasuk pakaian adat dan budaya daerah.
“Secara langsung ini bisa mengangkat membantu perekonomian daerah setempat juga,” kata Marga.
Artikel Terkait
Gempa M5,3 Guncang Bengkulu Selatan, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
SMAN 1 Tanjung Selor Juara Lomba Baris-Berbaris Tingkat Kaltara, Siap Berlaga di Nasional
Bamsoet Dukung Perburuan Babi Hutan demi Selamatkan Lahan Pertanian Petani
Gempa M 5,3 Guncang Bengkulu Selatan, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami