"Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Kita akan membawa mereka kembali ke zaman batu tempat mereka seharusnya berada," tegas Trump.
Dia menambahkan, "Sementara itu, diskusi sedang berlangsung. Kita memiliki semua kartu; mereka tidak memiliki apa pun."
Yang menarik, Trump sama sekali tidak menyebut apakah gencatan senjata sudah di depan mata. Padahal sebelumnya, lewat sebuah unggahan media sosial, dia mengklaim bahwa presiden baru Iran telah meminta gencatan senjata. Klaim itu langsung dibantah keras oleh Kementerian Luar Negeri Iran. Media pemerintah di Teheran melaporkan bahwa mereka sama sekali tidak meminta hal tersebut.
Ketidakjelasan ini membuat analis pasar tetap waspada. "Kami terus melihat risiko kenaikan harga minyak dan gas dalam jangka pendek, selama kami tidak memiliki visibilitas mengenai dimulainya kembali aliran yang signifikan melalui Hormuz," tulis analis UBS pimpinan Henri Patricot dalam sebuah catatan.
Mereka memprediksi stok minyak global mungkin telah turun ke level rata-rata lima tahun pada akhir Maret. Jika gangguan terus berlanjut, angka itu bisa jatuh lebih rendah lagi di akhir April. Bahkan, harga berpotensi menembus USD 150 per barel jika tidak ada tanda-tanda perbaikan.
Risiko yang Masih Menggantung
Intinya, ketidakpastian masih menjadi raja. Investor tampaknya belum sepenuhnya yakin dengan upaya-upaya meredakan gangguan di Selat Hormuz. Jalur itu tetap tertutup secara efektif, tanpa sinyal jelas kapan aliran normal bisa kembali.
Di sisi lain, laporan dari Badan Informasi Energi (EIA) AS justru mencatat peningkatan persediaan minyak mentah dalam negeri sekitar 5,5 juta barel pada pekan akhir Maret. Angka ini melampaui ekspektasi kenaikan yang moderat. Namun, data dari satu negara tampaknya belum cukup untuk menenangkan pasar yang dilanda kecemasan geopolitik tingkat tinggi.
Semuanya kini tergantung pada kata-kata dan langkah berikutnya dari Washington dan Teheran. Pasar hanya bisa menunggu, dan bersiap untuk segala kemungkinan.
Artikel Terkait
Red Hat dan Google Cloud Pererat Integrasi untuk Modernisasi Aplikasi
Jalan Salib Katedral Jakarta: Para Pemain Rasakan Perjalanan Spiritual Mendalam
Mega Career Expo 2026 Kembali Digelar di Jakarta, Buka Ribuan Lowongan
Satu Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang