Inggris Pimpin 37 Negara Bahas Pembukaan Kembali Selat Hormuz, AS dan China Absen

- Kamis, 02 April 2026 | 23:35 WIB
Inggris Pimpin 37 Negara Bahas Pembukaan Kembali Selat Hormuz, AS dan China Absen

“Kita telah melihat Iran membajak jalur pelayaran internasional untuk menyandera ekonomi global,” ucap Cooper lagi, mempertegas sikapnya.

Di sisi lain, dari Paris datang suara yang agak berbeda. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis punya catatan penting: pengamanan Selat Hormuz baru mungkin dilakukan setelah fase intensif pemboman benar-benar berakhir. Ada prasyarat yang harus dipenuhi dulu.

Pernyataan itu sejalan dengan apa yang diungkapkan Presiden Emmanuel Macron. Saat berkunjung ke Korea Selatan, ia dengan tegas menyebut opsi operasi militer untuk membebaskan selat itu sebagai hal yang “tidak realistis”. Macron juga tak bisa menyembunyikan kekecewaannya pada pernyataan mantan Presiden AS Donald Trump yang dinilainya plin-plan soal perang Iran dan NATO.

“Ada pihak yang menganjurkan pembebasan Selat Hormuz dengan paksa melalui operasi militer, posisi yang terkadang diungkapkan oleh Amerika Serikat,” kata Macron.

“Saya katakan terkadang karena hal itu bervariasi. Itu bukanlah pilihan yang pernah kami pilih dan kami menganggapnya tidak realistis,” tegasnya.

Jadi, meski keresahan sama, langkah yang diusung tampaknya belum sepenuhnya seiring. Tekanan diplomatik digenjot, tapi opsi militer dianggap bukan jalan keluar. Semuanya masih bergantung pada dinamika di lapangan dan kesepakatan yang sulit diraih.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar