“Oleh karena itu, saya berani mengatakan bahwa Pak Hendro juga mentor kita,” tuturnya.
Cerita tak berhenti di situ. SBY juga teringat saat dipercaya menjadi pembantu Hendropriyono, yang kala itu menjabat Asisten Operasi Kasdam Jaya. Situasi di Ibu Kota sedang panas, keamanan jadi perhatian utama. Mereka sampai harus naik helikopter, memantau dari udara untuk memastikan Jakarta aman. Mereka terbang mengitari pusat kota, lalu mendarat di titik tertentu buat mengevaluasi keadaan. Kerja tim yang cukup intens.
Di sisi lain, SBY menyebut peran Wiranto, yang saat itu menjadi Kasdam Jaya, ketika pangkatnya sendiri sudah naik menjadi kolonel. Semua pengalaman itu, satu per satu, membangun perjalanan karier militernya.
Ada satu kenangan lagi yang tampaknya sangat membekas. Yakni saat dia dilantik sebagai Komandan Korem di Yogyakarta. Saat yang penting itu, Hendropriyono hadir langsung. Memberi dukungan dan semangat.
“Bagi saya, itu sangat bermakna,” ungkap SBY. Sebuah pengakuan sederhana, tapi terasa penuh rasa hormat dari seorang murid kepada gurunya.
Artikel Terkait
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen