"Tim akan melakukan pemetaan sebaran kerusakan dan memantau gempa susulan," ujar Rahmat.
Tak hanya itu, mereka juga berencana memasang seismograf portabel di sekitar Maluku Utara dan Ternate untuk memperkaya data. Koordinasi dengan seluruh unit pelaksana teknis di daerah dan pihak terkait pun telah dilakukan untuk memantau perkembangan dan dampak lebih lanjut.
Dari laporan yang berhasil dihimpun, kerusakan bangunan terjadi di beberapa titik. Gedung KONI Sario di Manado dan Gereja Kalvari di Pulau Batang Dua, Kota Ternate, adalah dua di antaranya yang mengalami dampak dari gempa ini.
Di sisi lain, ancaman lain juga sempat muncul. BMKG melaporkan tsunami terpantau di lima lokasi, tersebar di Sulut dan Malut. Gelombangnya tidak besar, tapi tetap dicatat sebagai bagian dari rangkaian peristiwa ini.
Berikut titik pantau dan ketinggian tsunami yang tercatat:
1. Halmahera Barat: pukul 06.08 WIB, 0,30 meter.
2. Bitung: pukul 06.15 WIB, 0,20 meter.
3. Sidangoli: pukul 06.16 WIB, 0,35 meter.
4. Minahasa Utara: pukul 06.18 WIB, 0,75 meter.
5. Belang: pukul 06.36 WIB, 0,68 meter.
Keadaan kini masih terus dipantau. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap gempa susulan yang mungkin masih akan terjadi.
Artikel Terkait
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen