Klaim menghebohkan itu, percaya atau tidak, berhasil meyakinkan sang korban. Di sisi lain, KS tak menyia-nyiakan kepercayaan buta yang telah dibangunnya. Ia mulai memaksakan syarat-syarat yang sebenarnya adalah bentuk pemuasan nafsu belaka.
Persetubuhan dikatakan sebagai bagian dari ritual. Itu disebut sebagai kunci untuk pengobatan dan pembersihan dosa. Korban yang ketakutan dan mungkin sudah terjerat dalam doktrin palsu itu, menurut polisi, akhirnya menuruti.
“Karena percaya dengan perkataan tersangka, korban menuruti untuk melakukan persetubuhan hingga mengirimkan foto-foto telanjang dengan maksud untuk membersihkan dosa suami dan dosa korban,” tambah Erik menerangkan kelanjutan modus keji tersebut.
Namun begitu, paksaan tak hanya mengandalkan tipu daya. Ada ancaman mistis yang siap menghantui. KS disebut mengancam akan membuat LS hamil secara gaib lewat kekuatan supranatural jika ia berani menolak. Sebuah teror psikologis yang menyempurnakan perangkapnya terhadap korban.
Artikel Terkait
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen