Rabu lalu, di Kantor Kementerian Sosial Jakarta, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mengumumkan sebuah langkah penting. Bersama Badan Pusat Statistik (BPS), mereka sepakat untuk mempercepat siklus pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Tujuannya jelas: agar bantuan sosial (bansos) reguler seperti PKH dan Program Sembako bisa lebih cepat dan tepat sasaran.
Pertemuan itu dihadiri sederet pejabat kunci. Mulai dari Wakil Mensos Agus Jabo Priyono, Sekjen Kemensos Robben Rico, hingga perwakilan BPS seperti Joko Parmiyanto dan Budi Setiawan. Mereka duduk bersama membahas strategi.
"Biasanya data DTSEN kami terima tanggal 20 di setiap triwulan pertama, kedua, dan ketiga. Tapi alhamdulillah, kali ini kami majukan jadi tanggal 10. Nanti 10 April dan seterusnya," ujar Gus Ipul.
"Jadi setiap tanggal 10 data terbaru itu akan kami terima. Hasil pemutahiran inilah yang jadi pedoman untuk menyalurkan bansos setiap bulannya," tambahnya dalam keterangan tertulis Kamis (2/4/2026).
Dengan waktu persiapan yang lebih panjang, target Kemensos ambisius. Mereka ingin prosentase penyaluran terus naik. Dan sejauh ini, hasilnya cukup menggembirakan. Di triwulan pertama 2026 saja, realisasi penyaluran PKH dan Sembako sudah tembus lebih dari 96 persen.
"Saya ucapkan terima kasih atas kerja keras teman-teman. Memang butuh perjuangan ekstra untuk menyalurkan dengan baik," ungkap Gus Ipul.
Artikel Terkait
Polres Serang Imbau Warga Tak Lagi Urus SKCK di Polsek
Pria di Magetan Cabuli Korban dengan Modus Mengaku sebagai Allah
Program Makan Bergizi Gratis di Sultra Ciptakan Ribuan Lapangan Kerja Baru
Megawati Serukan Persatuan Politik Tuntut Keadilan atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon