Uni Eropa Siapkan Rencana Darurat Energi, Antisipasi Guncangan Pasokan Akibat Perang

- Kamis, 02 April 2026 | 08:40 WIB
Uni Eropa Siapkan Rencana Darurat Energi, Antisipasi Guncangan Pasokan Akibat Perang

Trump inginkan Iran kembali ke 'zaman batu'

Trump sendiri punya perkiraan. Menurutnya, serangan AS di Iran akan berakhir dalam dua atau tiga minggu. Baginya, mencapai kesepakatan dengan pimpinan Teheran itu "tidak relevan". Yang penting, AS dan Israel harus memastikan penguasa Iran tidak bisa membangun senjata nuklir.

"Jika kami merasa bahwa mereka telah dikembalikan ke 'zaman batu' untuk waktu yang lama dan tidak mampu lagi mengembangkan senjata nuklir, maka kami akan pergi," kata Presiden AS itu dengan gaya khasnya.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memprediksi pemerintah Iran akan runtuh, cepat atau lambat. "Rezim Ayatollah di Iran lebih lemah dari sebelumnya," katanya. Tapi, ia mengakui, perjuangan melawan kepemimpinan Iran belum berakhir.

Seruan Paus untuk kembali berunding

Bagaimana dari kubu Iran? Menteri Luar Negeri mereka, Abbas Araghchi, menyatakan Iran belum memutuskan apa-apa soal negosiasi dengan AS. Dalam wawancara dengan stasiun televisi Al-Jazeera, ia mengungkapkan keraguan yang mendalam.

"Kami sama sekali tidak percaya bahwa negosiasi dengan AS akan menuai hasil. Tingkat kepercayaan kami (pada mereka) nol," tegasnya.

Di tengah kebuntuan ini, Paus Leo XIV angkat bicara. Ia mendesak Presiden Trump dan semua kepala negara di dunia untuk kembali berunding demi perdamaian.

"Kembalilah ke meja perundingan untuk berdialog," serunya. Hal ini disebutnya sangat penting, terutama menjelang perayaan Paskah. Pesannya singkat tapi jelas: "Akhiri perang ini."

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman.

Diadaptasi oleh Sorta Caroline.

Editor: Ayu Purwaningsih.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar