Wakil Ketua DPRD DKI Desak Pemprov Atasi Darurat Sampah Pascajebolnya Tembok Kramat Jati

- Kamis, 02 April 2026 | 05:10 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Desak Pemprov Atasi Darurat Sampah Pascajebolnya Tembok Kramat Jati

Dua Titik Tembok Ambrol

Lantas, bagaimana kondisi sebenarnya di Kramat Jati? Tembok pembatas yang memisahkan gunungan sampah dari kali dan permukiman warga itu ambrol di dua titik. Sampah pun meluber ke mana-mana.

Dari pantauan di lokasi, Selasa (31/3) lalu, tembok itu persis di sisi kali. Ada dua bagian yang jebol. Satu bagian lebar, sekitar 10 meter. Satunya lagi lebih kecil, kira-kira 2 meter.

Tuswadi, warga setempat, bercerita. Tembok yang jebol 2 meter itu terjadi sekitar pertengahan Maret. "Jebolnya malam-malam gitu," katanya. Sementara yang ambrol besar sudah terjadi sekitar dua bulan lalu.

Rumah Tuswadi memang dekat dengan lokasi. Ia mengaku sangat terganggu dengan bau menyengat yang datang dari tumpukan sampah itu setiap hari.

Persoalan serupa terjadi di wilayah lain. Di Slipi, Jakarta Barat, tumpukan sampah memenuhi jalan. Bau tak sedap dan air lindi yang meluber ke badan jalan jelas mengganggu kenyamanan pengendara.

Sepanjang Jalan Inspeksi hingga mendekati Pasar Palmerah, tumpukan-tumpukan sampah itu terlihat menggunung. Pemandangan yang seharusnya tak terjadi di ibu kota.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar