Nah, soal perkara besar di Papua, Burhanuddin menyebut beberapa contoh konkret. Ada dugaan korupsi dana Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan proyek pembangunan sarana Aerosport di Mimika. Dia mendorong optimalisasi pemulihan kerugian negara. Soalnya, angka tunggakannya masih fantastis.
“Mengingat masih terdapat tunggakan uang pengganti sebesar Rp 97,14 miliar di wilayah Papua,” ucapnya. Jumlah itu, jelas harus segera ditindaklanjuti.
Pembicaraannya tak cuma soal korupsi. Burhanuddin juga menyentuh soal penguatan peran Kejaksaan di sektor lain. Di bidang pidana umum, misalnya, dia soroti minimnya balai rehabilitasi dan tunggakan eksekusi. Lalu, dia minta penanganan profesional untuk kasus-kasus yang menyita publik, seperti penembakan pesawat Smart Air di Merauke oleh kelompok bersenjata.
Di bidang intelijen, perhatiannya tertuju pada 38 proyek strategis nasional di Papua. Nilainya sekitar Rp 3,7 triliun proyek sebesar itu perlu pengawalan ketat. Fungsi pendampingan untuk pemerintah daerah dan pengawasan internal juga tak boleh kendor.
Terakhir, ada pesan khusus tentang integritas. Burhanuddin mengingatkan seluruh jajaran untuk selalu waspada. Perlawanan balik dari para koruptor, atau yang sering disebut "corruptors fight back", itu nyata. Karena itu, setiap langkah penanganan perkara harus profesional, transparan, dan akuntabel. Tanpa itu, semuanya bisa buyar.
Artikel Terkait
Hujan dan Angin Kencang di Bandung Tewaskan Satu Orang, 33 Pohon Tumbang
Tiga Dapur Makanan Bergizi Gratis di Kaimana Ditutup Sementara Gara-gara IPAL Tak Standar
Sistem Kesehatan Lebanon Selatan Kolaps di Tengah Serangan Israel
Sari Roti Ekspansi ke Industri Pakan Ternak, Manfaatkan Roti Sisa Produksi