Tak berhenti di situ. Di sisi lain, layanan PFI-IJE juga diakhiri. Entitas anak INET, PT Pusat Fiber Indonesia (PFI), menghentikan perjanjian layanan IP Transit dengan IJE pada Februari 2026. PFI kemudian mengembalikan uang muka sebesar Rp48,51 miliar di tanggal 23 di bulan yang sama.
Namun begitu, ini bukan akhir dari kerja sama. Justru di saat yang hampir bersamaan, tepatnya 6 Februari 2026, PFI malah menandatangani addendum perjanjian baru dengan JIA. Nilai uang jaminan dalam kesepakatan segar ini melonjak jadi Rp269,23 miliar.
Manajemen INET bersikeras bahwa semua transaksi ini jangan dilihat sebagai pemutusan hubungan. Ini murni penyesuaian struktur dan hubungan kontraktual belaka. Mereka ingin memperkuat posisi INET sebagai pemasok bandwidth utama bagi seluruh grup usaha di bawah JIA, termasuk tentunya entitas-entitas WIFI.
Perubahan ini, menurut mereka, didasarkan pada pertimbangan bisnis dan operasional semata. Harapannya, dengan ekosistem JIA yang lebih luas, langkah ini bisa memberi nilai tambah komersial yang signifikan buat perseroan ke depannya.
Arki juga mengimbau para pemangku kepentingan dan investor. Untuk mendapatkan gambaran utuh dan akurat, sebaiknya merujuk langsung ke dokumen laporan keuangan resmi yang telah dipublikasikan.
Disclaimer: Berita ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Media ini tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang mungkin timbul dari keputusan tersebut.
Artikel Terkait
Jokowi Tak Mau Berspekulasi Soal Isu Ijazah Palsu, Serahkan ke Proses Hukum
Pengemudi Ojol Tewas Tertabrak Truk Dump di Jalan Raya Sulawesi, Jakarta Utara
Studi Ungkap Konsumsi Makanan Ultra-Proses Tingkatkan Risiko Patah Tulang Panggul
Batas Akhir Puasa Syawal 2026 Diprediksi 17 atau 18 April Akibat Perbedaan Penetapan Awal Bulan