Polda Riau Tingkatkan Patroli Pantai Antisipasi Penyusupan Narkoba Internasional

- Senin, 30 Maret 2026 | 21:30 WIB
Polda Riau Tingkatkan Patroli Pantai Antisipasi Penyusupan Narkoba Internasional

Provinsi Riau punya garis pantai yang amat panjang, berbatasan langsung dengan perairan internasional. Kondisi geografis ini, sayangnya, justru membuatnya jadi sasaran empuk bagi sindikat narkoba berskala besar. Mereka memanfaatkan akses laut itu untuk menyelundupkan barang haram ke dalam negeri.

Menyadari ancaman serius ini, Polda Riau tak tinggal diam. Jajaran Direktorat Reserse Narkoba diperintahkan untuk meningkatkan patroli. Sinergi dengan instansi terkait juga diperkuat, semua demi mempersempit ruang gerak jaringan kejahatan lintas negara tersebut.

Wakapolda Riau, Brigjen Pol Hengki Haryadi, dengan tegas menggarisbawahi posisi strategis sekaligus rawan ini.

ujarnya di Mapolda Riau, Senin (30/3/2026).

Data yang dimiliki Polda Riau cukup mencengangkan. Hampir seratus persen narkoba yang beredar di provinsi itu ternyata berasal dari luar negeri, dari negara-negara tetangga yang berbatasan langsung. Hengki memberi contoh nyata: heroin yang pernah diungkap berasal dari kawasan Golden Triangle, yaitu Myanmar, Laos, dan Kamboja.

Di sisi lain, ada ironi yang pahit. Negara-negara asal itu sendiri menerapkan hukum yang sangat keras, bahkan hukuman mati. Tapi anehnya, barang haram itu justru bisa bocor dan membanjiri wilayah Indonesia. Jalur masuknya? Melalui pesisir Riau seperti Bengkalis, Dumai, Kepulauan Meranti, hingga Indragiri Hilir.

Menghadapi situasi ini, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan disebutkan berkomitmen penuh. Kebijakannya jelas: zero tolerance.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar