Ratusan pasukan khusus Amerika Serikat dikabarkan sudah mendarat di kawasan Timur Tengah. Pengerahan ini terjadi di tengah situasi panas, di mana AS dan sekutunya, Israel, terlibat konflik dengan Iran.
Laporan dari New York Times yang dirilis Senin (30/3/2026) mengungkap detailnya. Menurut dua pejabat militer AS yang diwawancarai, personel dari unit elit seperti Army Rangers dan Navy SEALs itu tiba seiring dengan peningkatan kekuatan militer Washington di wilayah tersebut. Informasi ini juga dikutip oleh Anadolu Agency.
Misi spesifik mereka memang belum ditetapkan. Namun begitu, ada beberapa front potensial yang mengemuka. Laporan itu menyebut Selat Hormuz dan fasilitas nuklir di Isfahan sebagai target yang mungkin.
Di sisi lain, Pulau Kharg pusat ekspor minyak utama Iran juga disebut-sebut sebagai area yang bisa menjadi fokus operasi para komando ini.
Kehadiran militer AS di sana sekarang benar-benar membengkak. Jumlahnya melampaui 50.000 personel, atau sekitar 10.000 lebih banyak dari posisi normal. Peningkatan ini mencakup 5.000 marinir dan pelaut yang baru saja dikirim, demi memperluas opsi tempur yang tersedia.
Belum lama ini, Pentagon juga memerintahkan pengerahan sekitar 2.000 tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82. Mereka diposisikan dalam jarak yang bisa menyerang Iran.
Lokasi pastinya dirahasiakan, tentu saja. Tapi beberapa pejabat memberi isyarat: pasukan ini mungkin akan mendukung operasi darat yang melibatkan korps marinir. Situasinya terus berkembang, dan semua mata tertuju pada langkah selanjutnya.
Artikel Terkait
PLN Sebut Cuaca Buruk Picu Blackout di Sumatera, Pengamat Apresiasi Keterbukaan Informasi
Masjid Istiqlal Siapkan Tujuh Kantong Parkir untuk 1.000 Mobil Antisipasi Lonjakan Jemaah Salat Iduladha
Ledakan di Pabrik Kimia Cilegon Guncang Warga, Perusahaan Masih Investigasi Penyebab
Belvin Tannadi Gugat Denda OJK Rp5,35 Miliar ke PTUN, Klaim Sanksi Belum Berkekuatan Hukum Tetap