Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid Pantau Langsung Ibadah Haji 2026 di Makkah, Tampung Aspirasi Jemaah hingga Santuni Keluarga Calhaj Wafat

- Senin, 25 Mei 2026 | 19:30 WIB
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid Pantau Langsung Ibadah Haji 2026 di Makkah, Tampung Aspirasi Jemaah hingga Santuni Keluarga Calhaj Wafat

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid terjun langsung memantau pelaksanaan ibadah haji 2026 di Arab Saudi. Dalam rangkaian kunjungan pengawasannya, ia tidak hanya berdialog dengan para jemaah dan petugas haji, tetapi juga menampung berbagai aspirasi serta temuan di lapangan untuk diperjuangkan.

Salah satu agenda yang dilakukan adalah menemui calon jemaah haji dari Kelompok Terbang (Kloter) 2 Jakarta yang bermukim di Sektor 7, Misfalah, Makkah. Di lokasi tersebut, Hidayat berdialog dengan ratusan jemaah beserta ketua kloter masing-masing. Ia juga mendengarkan masukan dari sejumlah ulama yang tergabung dalam kloter yang sama, seperti Ketua Umum Forum Ulama dan Habaib (FUHAB) KH Lutfi Zawawi serta Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Jakarta Selatan (MUI Jaksel) KH A Nawawi Halim.

Dalam pertemuan itu, Hidayat tidak hanya menerima laporan mengenai berbagai persoalan yang akan disampaikan ke Kementerian Agama RI. Ia juga memberikan arahan agar para jemaah dapat memaksimalkan waktu di Makkah untuk beribadah serta mempersiapkan diri secara fisik, wawasan perhajian, dan mental yang tangguh menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Alhamdulillah bisa bersilaturahim dengan para calon jemaah haji dan para ulama atau tokoh pembimbing jemaah dari Jakarta Selatan. Semoga seluruh jemaah diberikan kesehatan dan kemudahan menjelang puncak haji di Armuzna,” ujar Hidayat dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

Ia menambahkan, setelah menunggu belasan tahun, kesempatan berada di Makkah harus dimanfaatkan sebaik mungkin. “Agar bisa dikaruniai haji yang maqbul, sa’yunya masykur, serta doa-doanya diijabah Allah SWT, dan terus terbawa sesudah pulang ke Indonesia,” sambungnya.

Di sisi lain, Hidayat juga menyempatkan diri mendatangi Kloter 27 Jakarta Selatan yang tinggal di kawasan Misfalah, Makkah. Kunjungan itu dilakukan untuk menyampaikan santunan dan takziah atas wafatnya calon jemaah haji asal Jakarta Selatan, M Firdaus Ahlan. Firdaus sebelumnya menjadi perhatian publik karena dinyatakan hilang selama tujuh hari di Makkah dan ditemukan dalam keadaan wafat di perbukitan Kuday.

“Kita doakan almarhum dikaruniai husnul khatimah, diampuni segala dosanya, diterima amal ibadah dan niat hajinya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Hidayat.

Saat kunjungan ke Kloter 27 tersebut, Hidayat bertemu dengan ketua kloter, petugas kesehatan, petugas haji, serta pembimbing ibadah jemaah yang dikenal sebagai pendakwah wanita terkemuka di Jakarta Selatan, Ustazah Bahijah. Mereka menyampaikan berbagai masukan untuk perbaikan penyelenggaraan haji ke depan, terutama terkait fasilitas pemondokan seperti lift, mesin cuci, toilet, dan tempat wudhu. Catatan-catatan itu langsung disampaikan Hidayat kepada pengurus atau penanggung jawab hotel yang ditemui setelah pertemuan.

Dalam kesempatan yang sama, Hidayat juga berjumpa dengan sebagian jemaah haji Kloter 25 yang berasal dari Jakarta Pusat. Kepada semua pihak yang ditemui di Makkah, ia memastikan bahwa jemaah haji mendapatkan hak pelayanan terbaik sesuai dengan kesepakatan dalam rapat kerja antara Komisi VIII DPR RI dan Kementerian Agama, baik terkait akomodasi, transportasi, maupun konsumsi.

Selain menemui jemaah, Hidayat juga berdialog dengan unsur Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Ia mendengarkan aspirasi dan masukan terkait perbaikan penyelenggaraan ibadah haji, baik untuk tahun ini maupun tahun-tahun mendatang. Hidayat pun memberikan dukungan dan motivasi kepada PPIH menjelang fase puncak haji.

Menurut Hidayat, tugas PPIH pada fase Armuzna cukup berat. Para petugas harus siap secara fisik dan mental agar dapat memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia di tengah berkumpulnya jutaan jemaah dari berbagai negara di kawasan yang relatif terbatas.

“Saya mengapresiasi kinerja keras para petugas haji Indonesia yang terus berusaha menyiapkan dan memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah, khususnya menjelang fase puncak haji. Tentu ini harus dijaga dan ditingkatkan, apalagi di saat puncak atau akhir ibadah haji, tapi juga untuk fase sesudah jemaah melaksanakan ibadah haji. Sehingga seluruh tugas dapat berjalan lancar dan berakhir dengan husnul khatimah ketika para jemaah haji dari Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk, sampai nanti mereka kembali ke Indonesia membawa nilai haji mabrur,” pungkasnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar