Pasangan Suami Istri Tewas di Tegal, Diduga Depresi Usai Jadi Korban Scam
Suasana mencekam masih menyelimuti sebuah rumah di Desa Pedagangan, Kabupaten Tegal. Di sana, pasangan suami istri ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan, Senin lalu. Polisi pun langsung bergerak cepat. Mereka masih berusaha mengurai benang merah di balik peristiwa tragis ini.
Korban adalah Musripah (54), seorang guru TK, dan suaminya, Makmuri (46). Sang istri ditemukan tak bernyawa di atas tempat tidur. Sementara jasad Makmuri ditemukan tergantung di kamar mandi rumah mereka.
Kasat Reskrim Polres Tegal, AKP Luis Beltran, mengaku masih mendalami penyebab pastinya. "Kami masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil otopsi untuk memastikan motif serta kronologi kejadian," ujarnya.
Ia menambahkan, garis polisi sudah terpasang. Sejumlah barang bukti seperti pisau dan ikat pinggang juga telah diamankan. Jenazah keduanya sendiri sudah dibawa ke RSUD Soeselo Slawi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh tim dokter dari Polda Jateng.
Lantas, bagaimana ceritanya sampai mereka ditemukan?
Semua berawal dari kekhawatiran rekan kerja Musripah. Ia tidak hadir mengajar dan ponselnya tak bisa dihubungi sama sekali. Karena cemas, rekan kerjanya itu pun mendatangi rumah Musripah. Ia tidak sendirian. Pengurus RT dan Bhabinkamtibmas ikut serta.
Begitu masuk, pemandangan mengerikan langsung menyambut. Musripah terbaring tak bergerak di tempat tidur. Di lehernya terlihat memar. Mereka pun langsung menghubungi pihak berwajib.
Setelah tim identifikasi tiba dan memproses TKP, kejutan lain menunggu. Di kamar mandi, Makmuri ditemukan sudah meninggal. Ia menggantung diri menggunakan ikat pinggangnya sendiri. Tak jauh dari situ, sebuah pisau juga tergeletak.
Namun begitu, ada fakta lain yang perlahan terungkap dan cukup mengejutkan. Menurut Ketua RT setempat, Mufti Ardiya Anggiantoro, di dekat jasad Musripah ditemukan catatan tabungan siswa.
Rupanya, Musripah lah yang mengelola uang tabungan murid-murid TK tempatnya mengabdi. Dan belakangan diketahui, ia baru saja menjadi korban penipuan lewat WhatsApp. Uang sebesar Rp21 juta raib begitu saja dari rekeningnya.
"Korban adalah guru TK, sedangkan suaminya buruh serabutan. Warga menduga ada tekanan mental karena uang tabungan siswa Rp21 juta hilang kena tipu scam WA. Muncul dugaan istri dicekik, lalu suami melukai diri dan berakhir gantung diri,"
- Mufti Ardiya Anggiantoro, Ketua RT setempat.
Pasangan ini dikenal sebagai sosok yang pendiam. Mereka jarang sekali bergaul dengan tetangga sekitar. Tragedi pilu ini, di sisi lain, jadi pengingat yang keras bagi kita semua. Dampak psikologis dari kejahatan siber ternyata bisa sangat menghancurkan, merenggut nyawa dan memutus harapan.
Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan emosional berat, jangan ragu untuk mencari bantuan. Hubungi tenaga profesional kesehatan mental atau layanan konseling terdekat.
Artikel Terkait
OJK: Program Penjaminan Polis Jadi Fondasi Baru Perlindungan Pemegang Polis
Joey Pelupessy Akui Duet dengan Ivar Jenner di Lini Tengah Timnas Indonesia Mulai Tumbuh
Trump Klaim Iran Tembak Jatuh Helikopter Apache AS di Selat Hormuz, Dua Pilot Selamat
TNI Bantah Sekolah di Ende Digusur untuk Bangun Koperasi, Beberkan Kronologi Kerusakan Bangunan