Kabupaten Lebak – Sejak pagi buta, suasana di Kantor Desa Sukarendah sudah ramai. Ratusan warga, kebanyakan ibu-ibu, membanjiri lokasi. Mereka rela antre panjang, antreannya mengular sampai ke jalan utama desa. Bahkan ada yang berdesak-desakan. Semua itu demi satu hal: mendapatkan bantuan sembako yang dibagikan hari itu.
Untungnya, perangkat desa dibantu oleh Babinsa dan personel TNI turun langsung mengatur kerumunan. Mereka berusaha agar pembagian berjalan tertib, meski antusiasme warga begitu tinggi. Bantuan yang dibagikan untuk setiap keluarga berupa 20 kilogram beras dan minyak goreng kemasan rakyat, Minyakita. Ini adalah tahap pertama dari program bantuan pangan yang ditargetkan untuk tahun 2026.
Di sisi lain, program ini bukanlah hal baru. Ia bagian dari kebijakan ketahanan pangan yang digarap bersama oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog. Intinya sederhana: menjaga daya beli masyarakat, khususnya mereka yang berpenghasilan pas-pasan, di tengah gejolak harga pangan yang kerap tak menentu.
Suheni, salah satu warga yang datang, mengaku sudah berdiri di lokasi sejak pukul 08.00 pagi. Baginya, bantuan ini seperti angin segar.
“Saya antre dari jam 08.00 WIB. Dapat minyak 4 liter dan beras 20 kilogram. Sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari. Sekarang harga kebutuhan pokok mahal, jadi alhamdulillah terbantu,” ujarnya.
Perasaan senasib juga diungkapkan Wati, warga lainnya. Rasa syukur jelas terpancar dari raut wajahnya.
“Alhamdulillah sangat terbantu. Harapannya bantuan seperti ini bisa terus berlanjut,” kata Wati.
Sementara itu, Kepala Desa Sukarendah, Amin, memberikan penjelasan lebih rinci. Menurutnya, dari total 1.673 kepala keluarga dengan penduduk lebih dari 6.000 jiwa di desanya, yang berhak menerima bantuan ada 884 keluarga penerima manfaat (KPM).
“Desa Sukarendah mendapat 884 KPM dari total kepala keluarga yang ada. Meskipun hari libur, kami tetap menginstruksikan seluruh aparat desa untuk hadir guna melayani masyarakat dalam pembagian bantuan beras tahap I dan II untuk Januari dan Februari,” jelas Amin.
Ia menambahkan, meski sebenarnya bantuan sudah disalurkan lewat ketua RT, banyak warga yang tetap memilih datang langsung ke kantor desa. Mungkin untuk memastikan, atau sekadar melihat prosesnya.
Nah, penyaluran yang ramai ini sebenarnya adalah realisasi untuk periode Januari dan Februari. Baru terealisasi di akhir Maret 2026. Setiap KPM akhirnya mendapat dua karung beras total 20 kilogram, ditambah 4 liter minyak goreng. Bantuan yang, bagi banyak keluarga di sini, sangat berarti di tengah situasi sekarang.
Penulis: Ali Saepul | Editor: Redaksi
Artikel Terkait
Pemerintah Minta Publik Bersabar Tunggu Pengumuman Skema Baru Bagi Hasil Tambang
Iran Peringatkan Negara Arab agar Tak Izinkan AS Gunakan Wilayah Mereka untuk Serang Iran
Wamen Haji Instruksikan Petugas Siaga Penuh Sambut Jemaah Gelombang Kedua di Madinah
Perindo Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu Sebelum Tahapan Seleksi Penyelenggara Bergulir