Kabupaten Lebak – Sejak pagi buta, suasana di Kantor Desa Sukarendah sudah ramai. Ratusan warga, kebanyakan ibu-ibu, membanjiri lokasi. Mereka rela antre panjang, antreannya mengular sampai ke jalan utama desa. Bahkan ada yang berdesak-desakan. Semua itu demi satu hal: mendapatkan bantuan sembako yang dibagikan hari itu.
Untungnya, perangkat desa dibantu oleh Babinsa dan personel TNI turun langsung mengatur kerumunan. Mereka berusaha agar pembagian berjalan tertib, meski antusiasme warga begitu tinggi. Bantuan yang dibagikan untuk setiap keluarga berupa 20 kilogram beras dan minyak goreng kemasan rakyat, Minyakita. Ini adalah tahap pertama dari program bantuan pangan yang ditargetkan untuk tahun 2026.
Di sisi lain, program ini bukanlah hal baru. Ia bagian dari kebijakan ketahanan pangan yang digarap bersama oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog. Intinya sederhana: menjaga daya beli masyarakat, khususnya mereka yang berpenghasilan pas-pasan, di tengah gejolak harga pangan yang kerap tak menentu.
Suheni, salah satu warga yang datang, mengaku sudah berdiri di lokasi sejak pukul 08.00 pagi. Baginya, bantuan ini seperti angin segar.
Perasaan senasib juga diungkapkan Wati, warga lainnya. Rasa syukur jelas terpancar dari raut wajahnya.
Artikel Terkait
Korban Jiwa Kecelakaan Mudik Lebaran Turun 30%, Arus Diklaim Lancar
Anggota DPR Desak Pemerintah Jaga Ketahanan Pangan di Tengah Ancaman Krisis Global
Pria di Medan Tikam Tetangga Hingga Luka Berat, Motifnya Debu dari Sapuan Lantai
Pelatih Baru Timnas Indonesia Janjikan Lolos ke Piala Dunia dalam Empat Tahun