Indonesia dan Jepang Sepakati Kerja Sama Konservasi Komodo dan Diplomasi Hijau

- Senin, 30 Maret 2026 | 00:30 WIB
Indonesia dan Jepang Sepakati Kerja Sama Konservasi Komodo dan Diplomasi Hijau

Jepang kembali menjadi lokasi penting bagi diplomasi Indonesia. Kali ini, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang bertindak, menandatangani nota kesepahaman dengan Gubernur Shizuoka, Suzuki Yasutomo, di Negeri Sakura itu pada Sabtu (28/3).

Raja Juli, dalam keterangannya sehari setelah penandatanganan, menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian tak terpisahkan dari upaya "green diplomacy" atau diplomasi hijau.

"Ini bagian dari green diplomasi atau diplomasi hijau," ujarnya.

Eks Pejabat sementara Wakil Kepala Otorita IKN itu menjelaskan, MoU tersebut dirancang untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga hutan. Tak hanya itu, kerja sama ini juga bertujuan memastikan kelestarian komodo, spesies ikonik Indonesia yang mendunia.

"Kami berharap bisa berbagi tanggung jawab, berbagi kerja sama untuk mengatasi masalah iklim bagaimana menjaga hutan kita lebih baik, konservasi dan juga kekayaan keanekaragaman hayati yang lebih baik," lanjut Raja Juli.

Kunjungan Menhut ke Jepang sendiri tak lepas dari agenda Presiden Prabowo Subianto yang sedang melakukan serangkaian diplomasi di Jepang dan Korea Selatan. Dalam kunjungan pendampingan itu, Raja Juli menyempatkan diri merampungkan pembahasan teknis soal komodo.

Ia menyebut MoU dengan Gubernur Suzuki membahas khusus tentang breeding loan komodo. Rencananya, reptil purba itu akan ditempatkan di iZoo, sebuah kebun binatang di Kawazu, Prefektur Shizuoka. Tempat ini dikenal sebagai kebun binatang reptil dan amfibi terbesar di Jepang, jadi cukup prestisius.

Harapannya jelas. Keberadaan komodo di sana diharapkan bisa mempromosikan keanekaragaman hayati Indonesia sekaligus menarik minat warga Jepang. Raja Juli berharap mereka kemudian tertarik untuk melihat langsung habitat asli komodo di Pulau Komodo.

"Kami harap para pengunjung di iZoo nanti bisa dapat melihat komodo di Pulau Komodo asli di Indonesia," ujar Raja Juli.

Menurut Sekjen PSI itu, Indonesia sebagai negara tropis terbesar punya hutan yang luas dan kekayaan biodiversitas yang luar biasa. Semua itu, kata dia, merupakan daya tarik wisata yang kuat bagi turis mancanegara.

"Komodo itu salah satu binatang yang flagship yang ada di Indonesia, di antara banyak satwa-satwa lain di Indonesia seperti gajah, harimau dan lain sebagainya," katanya.

Di sisi lain, kerja sama ini juga diharapkan menjadi jalan bagi Indonesia untuk belajar dari Jepang. Bagaimana caranya menyeimbangkan pembangunan industri dengan upaya pelestarian alam. Raja Juli bahkan punya rencana khusus untuk mempelajari hal ini.

"Saya sudah pernah ke Gunung Fuji beberapa tahun yang lalu, tetapi besok saya rencana akan kembali ke Gunung Fuji untuk belajar lebih detail tentang bagaimana pemerintah Shizuoka dan walikota terkait mengelola Taman Nasional Gunung Fuji yang luar biasa," ungkapnya.

Respons dari pihak Jepang pun sangat positif. Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Suzuki Yasutomo tak menyembunyikan rasa bangganya bisa bekerja sama dengan Indonesia.

Dia berjanji pihaknya akan berkontribusi maksimal untuk pelestarian komodo melalui program pengembangbiakan.

"Saya sangat berterima kasih dan sangat senang karena akan menerima komodo sebagai salah satu simbol persahabatan Indonesia dan Jepang," kata Suzuki.

"Karena komodo merupakan satwa liar yang terancam punah, kami sangat senang dapat berkontribusi untuk mengembangbiakkan komodo," tambahnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar