Kondisi Andrie Yunus, aktivis KontraS yang menjadi korban penyiraman zat kimia, masih terus dipantau langsung oleh Kementerian HAM. Pemantauan itu difokuskan pada proses pengobatannya di RSUP Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Tujuannya jelas: memastikan penanganan medis berjalan optimal, terutama untuk mata kanannya yang mengalami kerusakan paling parah.
Mikael Azedo Harwito, Kepala Kantor Wilayah KemenHAM DKI Jakarta, memberikan keterangan terbaru pada Minggu. Menurutnya, berdasarkan koordinasi dengan rumah sakit, kondisi Andrie masih memerlukan perawatan intensif. Fokus utama tim dokter saat ini adalah menjaga fungsi dan struktur organ yang terdampak.
"Kondisi ini menyebabkan penipisan jaringan di sekitarnya sehingga memerlukan tindakan lanjutan guna mendukung proses penyembuhan," kata Azedo.
Ia membeberkan temuan yang cukup mengkhawatirkan. Dalam tiga hari terakhir, tim medis mendapati iskemia atau kekurangan aliran darah di area bawah sklera mata kanan korban. Angkanya sekitar 40 persen, dan hal itu memicu penipisan jaringan.
Artikel Terkait
Prabowo dan Menteri ESDM Bahas Kerja Sama Energi Bersih dengan Jepang
Kebakaran Pabrik Plastik di Gunung Putri Diduga Dipicu Sambaran Petir
Warga Sukarendah Antre Dini Hari untuk Bantuan Beras dan Minyak Goreng
Arus Balik Lebaran 2026: 2,77 Juta Kendaraan Sudah Kembali ke Jabotabek