Bogor mulai bergerak. Menyikapi himbauan penghematan energi dari pusat, Pemerintah Kota Bogor kini menyiapkan skema kerja dari rumah atau WFH bagi para ASN-nya. Intinya sih, efisiensi. Tapi, pelayanan publik ke masyarakat harus tetap jalan, nggak boleh terganggu.
Menurut Wali Kota Dedie A. Rachim, langkah ini merupakan bentuk respons terhadap arahan pemerintah pusat yang mendorong efisiensi, khususnya di sektor energi yang masih bergantung pada bahan bakar minyak impor.
Demikian penjelasan Dedie, seperti dilaporkan Antara, Kamis lalu. Ia menambahkan, saat ini Pemkot sedang melakukan penyesuaian kebijakan. Acuannya adalah Keputusan Wali Kota Nomor 800.1 Tahun 2025 yang sebenarnya sudah terbit sebelumnya.
Nah, nanti bakal ada pemetaan. OPD mana saja yang bisa menerapkan WFH tanpa bikin layanan publik macet. Unit-unit kerja yang sifatnya administratif, misalnya, dinilai punya fleksibilitas lebih untuk sistem kerja ini.
Artikel Terkait
DLH DKI Bantah Tuduhan Buang Sampah ke Kali, Klaim Itu Titik Penampungan Resmi
Arus Balik di Daop 1 Jakarta Masih Dominasi Kedatangan, Capai 52 Ribu Penumpang
Marcos Santos Catat 8 Kemenangan di 24 Laga Pertama Bersama Arema FC
Polisi Tetapkan 7 Anggota KKB sebagai Tersangka Pembunuhan Dua Nakes di Tambrauw