Di sisi lain, realitasnya berbeda untuk unit lain. Bagian-bagian yang bersentuhan langsung dengan warga seperti kelurahan, dinas kebinamargaan, atau fasilitas kesehatan tetap harus beroperasi normal dari kantor. Pelayanan langsung ya nggak bisa digantikan oleh virtual meeting.
Dedie menegaskan, penerapannya nanti bertahap. Alasannya sederhana: agar kualitas layanan nggak turun. Butuh waktu buat menyempurnakan skemanya sebelum benar-benar diterapkan penuh.
Jadi, intinya ada transisi. Nggak semua langsung dipukul rata. Beberapa bagian mungkin akan merasakan kerja hybrid lebih dulu, sementara yang lain tetap sibuk seperti biasa di balik meja pelayanan. Kota ini berusaha berhemat, tapi tetap dengan mata terbuka melihat kebutuhan warganya.
Artikel Terkait
DLH DKI Bantah Tuduhan Buang Sampah ke Kali, Klaim Itu Titik Penampungan Resmi
Arus Balik di Daop 1 Jakarta Masih Dominasi Kedatangan, Capai 52 Ribu Penumpang
Marcos Santos Catat 8 Kemenangan di 24 Laga Pertama Bersama Arema FC
Polisi Tetapkan 7 Anggota KKB sebagai Tersangka Pembunuhan Dua Nakes di Tambrauw