DLH DKI Bantah Tuduhan Buang Sampah ke Kali, Klaim Itu Titik Penampungan Resmi

- Kamis, 26 Maret 2026 | 11:20 WIB
DLH DKI Bantah Tuduhan Buang Sampah ke Kali, Klaim Itu Titik Penampungan Resmi

Foto Viral, Mobil DLH DKI Dituding Buang Sampah ke Kali

Sebuah foto tengah ramai di media sosial. Dalam gambar itu, terlihat sebuah mobil bertuliskan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta diduga sedang membuang sampah ke Kali Pesanggrahan. Lokasinya di sekitar TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama. Banyak warganet yang langsung menyoroti dan mempertanyakan aksi tersebut.

Namun begitu, pihak DLH DKI Jakarta langsung angkat bicara. Mereka membantah keras tuduhan itu. Menurut penjelasan resmi mereka, sama sekali tidak ada pembuangan sampah ke badan air seperti yang dituduhkan.

Dari foto yang beredar, jelas terlihat tulisan pada mobil: 'UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta'. Narasi yang menyertainya menyebut, warga sekitar curiga. Mereka menduga mobil itu sengaja menutupi jalan dan membuang sampah ke sekitar sungai.

Dadang Cahya Rusdiana, Kepala Unit Penanganan Sampah Badan Air DLH DKI, memberikan penjelasan panjang lebar. Menurutnya, aktivitas dump pickup yang terekam foto itu adalah bagian dari operasional resmi.

"Perlu kami luruskan, tidak ada pembuangan sampah ke badan air," tegas Dadang dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).

Dia melanjutkan, yang terlihat adalah proses penampungan sementara sampah yang diangkut dari badan air. Seluruh operasi di lokasi itu, klaimnya, terkontrol dengan baik. Bahkan ada alat berat dan pengangkutan rutin setiap harinya ke emplasment Perintis.

Berdasarkan penelusuran lapangan, lokasi di foto itu ternyata titik penampungan sementara resmi milik unitnya. Tempatnya di Blok Khusus TPU Tanah Kusir. Fungsinya sebagai lokasi transit untuk sampah yang diangkut dari sungai dan waduk di dua kecamatan: Pesanggrahan dan Kebayoran Lama.

Dari titik transit ini, sampah kemudian dipindah pakai truk kecil ke emplasment Perintis. Di sana, petugas akan melakukan pemilahan lebih lanjut.

"Setelah melalui proses pemilahan, sampah residu diangkut menggunakan truk besar dengan bantuan alat berat, sebelum dikirim ke TPST Bantargebang untuk pengolahan lebih lanjut," jelas Dadang.

Lalu, kenapa bisa timbul kesan seperti membuang sampah ke kali? Dadang punya analisisnya. Kemungkinan besar, foto itu diambil dari sudut pandang yang sejajar dengan jalan. Akibatnya, persepsi yang muncul jadi melenceng. Padahal, aktivitasnya dilakukan di titik penampungan yang dikelola, bukan di tepi sungai yang terbuka.

Di sisi lain, Dadang mengakui ada kendala teknis di lapangan. Akses jalan di area pemakaman itu relatif sempit. Sangat sulit untuk menempatkan kontainer sampah di sana. Solusinya, sampah sementara dititipkan di area bawah bantaran. Itu hanyalah tempat penampungan sebelum diangkut armada yang lebih sesuai.

"Meski berada di dekat Kali Pesanggrahan, seluruh aktivitas dilakukan di area yang telah ditentukan dan dipastikan tidak bersentuhan dengan badan air," tuturnya.

Untuk mencegah salah persepsi dan kebocoran, sejumlah langkah telah diambil. Lokasi itu dilengkapi dengan penyekatan memakai kubus apung HDPE. Proses pengelolaannya pun mengikuti SOP yang berlaku.

Dadang menutup penjelasannya dengan penegasan. Dia memastikan tidak ada sampah yang masuk ke badan air. Lokasi itu juga digunakan untuk mengumpulkan sisa pangkasan pohon dari TPU oleh Distamhut. Semuanya, kata dia, berjalan terkendali.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar