Ia menjelaskan, rapat itu melibatkan sejumlah pimpinan kementerian. Ada Menko PMK Pratikno, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, lalu Mensesneg Prasetyo Hadi dan Seskab Teddy Indra Wijaya. Mereka berembuk membahas langkah antisipasi potensi krisis.
"Ya, tapi kita sepakat untuk satu suara berarti yang menyampaikan, ya saya nggak tahu siapa, (rapat) di Istana. Apakah Pak Menko PMK, apakah Menko Ekonomi, ataukah nanti oleh Pak Mensesneg (yang mengumumkan). Jadi, kita hanya memberikan masukan-masukan saja, tapi saya nggak berwenang untuk menyampaikan ke publik," jelas Tito.
Meski tutup mulut soal harinya, Tito mengaku kesepakatan hampir tercapai. "Itu kemarin pun sebenarnya sudah ada hampir mengarah kepada mayoritas setuju di satu hari, yang sama," tuturnya. Jadi, tinggal menunggu lampu hijau dari Presiden dan pengumuman resminya. Masyarakat pun tinggal menunggu kepastian jadwalnya.
Artikel Terkait
Kapospam Tugu Yogyakarta Meninggal Diduga Kelelahan Saat Operasi Ketupat
Bank Indonesia Perluas QRIS ke Korea Selatan Mulai April 2026
Pemerintah Targetkan 101 Sekolah Rakyat Selesai Juni 2026
Deputi KPK Ucapkan Terima Kasih Atas Laporan Dugaan Pelanggaran Etik MAKI