Bank Indonesia Perluas QRIS ke Korea Selatan Mulai April 2026

- Kamis, 26 Maret 2026 | 09:00 WIB
Bank Indonesia Perluas QRIS ke Korea Selatan Mulai April 2026

Bank Indonesia kembali memperluas sayapnya. Kali ini, targetnya adalah Korea Selatan. Mulai April 2026 nanti, turis Indonesia yang jalan-jalan ke Negeri Ginseng tak perlu lagi repot menukar uang atau khawatir dengan biaya konversi kartu kredit. Cukup scan kode QR di merchant yang bekerja sama, transaksi langsung beres. Begitu pula sebaliknya, wisatawan Korea bisa bayar di warung kopi atau toko suvenir di Bali menggunakan aplikasi pembayaran mereka. Ini adalah langkah terbaru dalam perluasan jaringan QRIS lintas negara.

Kalau kita lihat, langkah ini bukan hal yang mendadak. Sejak beberapa tahun belakangan, pertumbuhan QRIS di dalam negeri memang luar biasa. Data tahun 2025 mencatat lonjakan transaksi hingga hampir 140 persen. Jumlah pengguna dan merchant-nya pun sudah menembus puluhan juta. Wajar saja jika BI kemudian berpikir untuk membawanya ke kancah internasional.

Sebenarnya, sebelum Korea, sejumlah negara tetangga seperti di kawasan ASEAN dan Jepang sudah lebih dulu menjalin kerja sama serupa. Bahkan, uji coba dengan Cina juga sedang berjalan. Tujuannya jelas: memudahkan transaksi dan mendukung UMKM naik kelas.

Dan dampaknya bagi pelaku usaha kecil nyata adanya. Banyak pedagang di pasar atau warung kaki lima yang merasakan peningkatan omzet harian, berkisar 5 sampai 10 persen, setelah menggunakan QRIS. Sistem pembayaran jadi lebih lancar, tanpa gesekan yang berarti. Masyarakat pun terbantu.

Menurut BI, kerja sama dengan Korea Selatan ini adalah bagian dari komitmen mereka menjalankan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia. Intinya, mendorong digitalisasi pembayaran seluas-luasnya.

Lalu, apa untungnya? Setidaknya ada tiga poin utama. Pertama, soal efisiensi biaya. Dengan transaksi memakai mata uang lokal langsung, biaya konversi valas yang mahal bisa ditekan. Kurs yang dipakai juga real-time, sehingga risiko fluktuasi drastis dapat diminimalkan.

Kedua, ini mengurangi ketergantungan pada Dolar AS untuk transaksi ritel antar negara. Ekonomi jadi lebih stabil, biaya transaksi pun turun.

Yang ketiga, dampaknya lebih makro. Ekspansi QRIS ini memperkuat kedaulatan digital Indonesia dan memfasilitasi integrasi ekonomi digital di Asia. Bukan tidak mungkin nanti akan merambah ke seluruh dunia.

Namun begitu, tentu ada tantangan yang menunggu di depan. Menyamakan persepsi dan regulasi antar negara bukan perkara mudah. Kesiapan infrastruktur dan kendala teknis konversi mata uang juga perlu diantisipasi dengan serius.

Meski demikian, perkembangan QRIS dari sekadar alat bayar domestik menjadi jembatan ekonomi global adalah capaian yang patut diapresiasi. Ia telah mengubah cara bertransaksi, dan yang lebih penting, menghubungkan UMKM Indonesia dengan pasar yang lebih luas. Langkah BI ini terasa progresif. Tinggal menunggu eksekusinya saja nanti.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags